
perhatikanlah … di dekat rumah itu , di antara hutan rimba , ada bendera merah putih yang sudah pudar warnanya , dan sudah tak berkibar lagi.
Alhamdulillah , semangat sudah balik lagi dalam hati dan dalam diri. Menjelang perebutan piala thomas dan uber cup , juga menjelang hari kebangkitan nasional , tanggal 20 mei nanti , katanya sich 1 abad kebangkitan Indonesia. Saya lagi mencoba berbagi semangat , berbagi kebanggaan , dan sedikit rasa , kita adalah orang Indonesia , tanpa pilih bulu.
saya lalu melihat ini

sehari , sebelum saya kembali dari tapak tuan , saya melihat prasasti di atas.
Sungguh naluri kebangsaan saya terusik, apa yang sudah saya lakukan buat bangsa tercinta , selama 27 tahun saya menghirup segarnya udara bumi ini , nikmatnya kekayaan alam yang melimpah ruah . apa ya ? Prestasi membanggakan di bidang olah raga , tidak pernah . Menang di forum international dalam bidang sains , juga tidak pernah . Masuk dalam penghargaan oscar dalam film berbahasa asing , mimpi saja nda mungkin terjadi. Lalu apa ya ?
Ikut demo karena merasa selalu ada yang kurang , mulai dari pendidikan , kesehatan , perumahan serta masalah lain yang katanya dinilai terlalu lamban . Lantas , apa semuanya instant ya ?
Amerika , jepang , malaysia , korea, jerman , singapura , australia , mereka juga butuh waktu bertahun-tahun untuk bangkit , bukan dalam semalam bak sulap di negeri 1001 malam . Semua juga butuh kerjasama dan juga persatuan dari seluruh rakyatnya .
Sedih dan agak sedikit bingung dengan apa yang terjadi belakangan ini , saat harusnya hari pendidikan nasional yang jatuh tanggal 2 mei kemarin , diwarnai dengan demo yang diikuti oleh guru dan mahasiswa , malah katanya ada yang ditangkap , semua katanya guru honorer yang sedang memperjuangkan nasib mereka agar bisa menjadi pns dan mendapat penghasilan yang pantas di tengah kebutuhan yang melambung tinggi .
Lalu , secara pribadi saya bertanya , di manakah gelar pahlawan tanpa tanda jasa itu ?
dimanakah keluruhan dan keikhlasan pengabdian itu ?
masih harus kah tergilas dengan kebutuhan duniawi ?
rasanya pertanyaan itu saya tujukan buat diri saya sendiri.
Harus realitis lah melihat biaya hidup yang semakin tinggi , guru juga manusia khan ? butuh makan , butuh sandang , yang jelas juga punya keluarga yang harus dihidupi , apa mereka juga harus keluar dari jalur ? melakukan perbuatan ngga bener ? lihatlah apa yang terjadi saat ujian nasional kemarin.
Lalu , apa ini salahnya pemerintah yang menurut sebagian , kurang memperhatikan nasib mereka ? apa bener 100 % ?
Lalu , bagaimana dengan kita , yang nota bene adalah warga negara negeri ini , apa memang tak mau ambil pusing juga , karena kebutuhan pokok yang kian meningkat ?
ironis , tragik , dan seperti awan kelabu yang tak mau pergi meski surya itu sudah menanti di tepi pelangi .
Lantas sampai kapan ya ? apa memang hanya akan jadi penonton , sibuk memberi kritik , sibuk mengadakan seminar , sibuk rebutan kursi , sibuk mempertahankan kesenioran , sibuk dengan hal2 yang ngga penting ?
Bagaimana , kalo kita yang bergerak . kita yang lebih perduli dengan guru , minimal yang ada di lingkungan sekitar kita ?
Atau untuk meringankan , kita juga ikut bantu menjadi guru . Toch aplikasi ilmu juga bukan hanya eksak yang ada di sekolah , ilmu lain juga boleh khan ?
Menggelitik , melihat nasib rakyat negeri ini , yang nota bene saya adalah salah satu penduduknya . Kaum muda , ada sebagian yang ke warnet sibuk dengan game , atau surving situs , barangkali saya juga termasuk di dalamnya , mungkin juga karena generasi sekarang kata paman saya , adalah generasi yang terlalu keenakan dengan fasilitas yang ada , akhirnya malah terlena dan terbuai .
Ingat … teknologi yang ada pada kita , kadang 2 di luar negeri sudah tidak dipergunakan 50 atau 40 tahun, ibaratnya di luar sana orang sudah pergi ke bulan , kita masih terpesona akan bumi ini .
Ah… bukan bermaksud menggurui , tapi memberi nasihat pada diri saya sendiri untuk mulai membuat aksi nyata , nah berkaitan dengan postingan kemarin inilah yang akan saya lakukan
menyatukan para blogger dan komunitas nya di kota Medan , untuk mulai merekatkan tali silaturahmi dulu , saling mengenal , dan Insya Allah membuat kegiatan positif. Seperti kang harry , yang sudah melakukan hal serupa lebih dulu di bandung , sebagai bentuk kepedulian . biar saja ada yang mengkritik , para blogger tukang tipu , kita perlihatkan saja aksi nyata kita , ngga perlu diekpos , tapi paling tidak melihat bisa menularkan hal positif bagi lingkungan sekitar saja sudah Alhamdulillah .
Atau bagaimana jika kurikulum belajar, 30 % teori , 70 % praktek , supaya bisa menyiapkan tenaga yang siap pakai dan bersaing . ada yang setuju dengan ide ini ngga ya ?
Saya sedang merancang tanggal pertemuan yang pas , untuk acara perdananya , makanya saya di postingan ini meminta kesediaan para blogger dari Medan dan juga blogger yang punya teman blogger di medan , untuk bisa menyebarkan informasi ini
silahkan meninggalkan komen , alamat blogger , dan alamat email di postingan ini , juga bisa lewat email saya .
Dan kalo boleh saya minta kirim kan kontak yang bisa saya hubungi ke alamat email saya di : dyandrawicaksono@yahoo.co.id
Perubahan , tidak harus dilakukan dalam skala besar , pengabdian tidak harus diukur dengan nilai materi dan penghargaan yang didapat , sumbangsih dan rasa cinta tanah air bisa dituangkan dalam bentuk apa saja. Mengisi 100 tahun kebangkitan bangsa ini , bisa dengan sedikit kebisaan yang kita bisa lakukan.
dan dukunglah tim bulutangkis merah putih yang akan berlaga dalam ajang piala thomas dan uber cup pada 11 - 18 mei 2008 mendatang , minimal berikanlah dalam bentuk dukungan doa.
dan beri kepercayaan , mereka telah melakukan yang terbaik , meski hasil terburuk nanti adalah kekalahan , tak perlu mencari siapa yang salah , lebih baik intropeksi dan berlatih lebih giat lagi . Ibaratnya kita harus belajar lebih dewasa lagi , belajar kreatif , mandiri , intrepenuer , aktif , bukan menjadi bangsa yang konsumtif , manja , tidak kreatif , hanya menonton dan terlena.
mari lakukan sesuatu untuk Indonesia ku
jangan lupa ya para blogger yang berdomisili di Medan , saya mengharapkan partisipasinya , apresiasinya dan kerja samanya
terima kasih
saya menunggu datanya
ayo … bangkit bersama
demi Indonesia yang lebih maju , smart dan bermartabat dan tetap selalu bersyukur dengan nikmat Tuhan
ayo … Indonesia ku , Indonesia kita semua
Komentar pembaca