Waktu … terus dan terus berjalan
Cepat… hingga kadang nafas ini tersenggal
Filsafat dan filosopy seakan ironi yang tertusuk kehampaan
Tersadar diri dibodohi oleh waktu
Hidup… hiduplah ketika jiwa tengah dihidupkan
Warnai hari dengan lisan yang selalu beristighfar
Lidah… yang tercerabut dari kehampaan tanpa tulang
Hiduplah…. dan terus hiduplah
Jika… Ia telah datang….
Mencerabut nyawa tanpa pandang asa
Menghentak ketika tawa masih ingin dinikmati
Ketika jiwa terlupa akan rumah masa depan yang menanti
Ketika raga asyik dengan fatamorgana dunia
Ketika amal berkata belum siap
Itulah … saat hidup melintasi batas kematian
Aku terasa luluh lantak tak berbentuk
Manakala api itu menembus batas impian dan kenyataan
Saat aku tersungkur di hadapan kemuliaan
Terasa kotor menyirami kalbu dan kehinaan
Rabb… aku datang dengan penuh kesombongan
Aku pulang tanpa membawa bekal
Kini tinggalah penyesalan tanpa arti
Sia-sia…. sia-sia… sia-sia
Ketika Hidup Melintasi Batas Kematian
Maka bawalah bekal sebanyak-banyaknya
Saat tiada daya dan upaya yang ada
Kecuali Rahmat dan Ridho Ilahi
( Sebuah perenungan di antara cepatnya sang waktu dan tiada ilmu tentang kepastian mati jiwa2 yang hidup di dunia )
Puisi Islami terbaru di tahun 2013
Recent Comments