Belajar Menghargai

26 02 2008

Lagi – lagi tulisan ini belajar dari teman .

belajar menghargai ? sulit tidak ya ?

Seperti para penjual jasa ojek payung saat kita kehujanan?

jasa tukang parkir saat kita memarkirkan kendaraan ?

jasa tim SAR yang udah rela berkorban demi menyelamatkan kita ?

jasa pak polisi yang sudah berusaha menertibkan dan mengamankan daerah ?

jasa pahlawan yang sudah berjuang buat kemerdekaan negeri ini ?

jasa para pemimpin bangsa ini dari masa ke masa yang berpikir keras untuk kesejahteraan negeri ini ?

jasa para ahli ekonomi , yang bekerja keras supaya ekonomi negeri tetap stabil ?

jasa petani yang memberi persediaan pangan buat kita ?

jasa para penyapu jalanan yang udah buat kota kita bersih ?

jasa portir di airport yang udah bantuin kita ngangkat barang ?

jasa pelawak yang bikin kita tersenyum melepas stress ?

jasa para pengemis yang buat kita sadar betapa beruntungnya kita ?

jasa para guru baik yang honor ataupun honorer yang udah bikin kita pinter ?

jasa orang cacat yang membuat kita sadar betapa beruntungnya kita memiliki fisik yang sempurna ?

jasa ayah yang sudah membanting tulang mencari nafkah buat kita ?

jasa ibu yang rela memberi pengorbanan dari mulai kita lahir sampai akhir hidupnya?

atau jasa pencopet yang membuat kita sadar harus memiliki rasa berbagi rezki dengan sesama?

jasa para koruptor yang membuat kita sadar untuk bisa menyelamatkan negeri ini dengan dimulai dari diri sendiri untuk tidak korupsi waktu , uang dan tenaga ?

jasa para penyedia makanan yang membuat kita kenyang ?

jasa orang yang tak memiliki fisik tampan atau cantik yang membuat kita bersyukur dengan apa yang Tuhan berikan pada kita ?

jasa orang bodoh yang membuat kita bersyukur dengan akal dan ilmu serta kelebihan yang diberikan pada kita

jasa orang miskin yang membuat kita sadar bahwa kaya hati adalah lebih baik daripada kaya materi ?

atau jasa bang somad tetangga kita yang galak dan menyadarkan kita bahwa kita makhluk sosial ngga bisa hidup sendiri , materialistis , angkuh , sombong dan merasa lebih baik dari yang lain ?

ehmm , ternyata kalo di pikir – pikir , apa yang jadi kesombongan kita , sehingga bisa nya cuma marah , ngomel , protes dan mengeluh , padahal kita ingin orang menghargai kita .

saya juga sadar , kadang saya jadi sombong dan tidak menghargai orang lain atas jasanya karena saya pikir jasanya sedikit atau tidak ada ?

tapi saya salah besar .

ternyata kalau ingin dihargai , ingin disayangi , ingin dicintai

kita juga harus

belajar menghargai , mengasihi , menyayangi dan mencintai orang lain

lewat tulisan ini saya sebenarnya ingin mengajak diri saya pribadi untuk lebih belajar menghargai orang , apapun profesinya , apapun keyakinannya , apapun latar belakangnya , apapun dia .

doakan saya ya dan Insya Allah saya juga mendoakan semua

mari sama – sama kita

BELAJAR MENGHARGAI


Actions

Information

12 responses

26 02 2008
L 1 NA

1000% AGREE!!!!!!
emang bener bang, kita harus menghargai orang lain, kedengarannya gampang aja..tapi pada prakteknya suuuliiit banget…hehehe…cuz sering lupa aza…mungkin karena kita terlalu sibuk dengan diri kita sendiri kali ya??

Kemaren pas aku bikin skripsi, aku ngambil tema human relations at work, ternyata individu itu memiliki rasa ingin dihargai n di manusia kan…didengar kan aspirasi nya, n dihargai hasil kerjanya meskipun mungkin tidak perfect. ato bahkan bukan hal yang penting2 amat, exmp. ya cleaning services gitu. karena sebuah hubungan manusiawi yg terjalin dengan baik dalam suatu lingkup kerja akan membuat tiap individu dalam lingkup kerja tsb memiliki sense of belongingnese yang tinggi terhadap pekerjaan n perusahaan tempat dia bekerja.

eh…ngelantur ya bang?…jd kayak kuliah hehehe…

pokoknya gitu deeh…yang pasti PERLAKUKANLAH ORANG LAIN SEPERTI KITA INGIN DIPERLAKUKAN…

setujuuuu banget . yang penting bagaimana dari diri kita sendiri yang menghargai orang lain dan diri kita sendiri.
makasih ya sudah silaturahmi lagi di sini
sering – sering silaturahmi ya
jangan bosan – bosan

26 02 2008
chic

yah kalo emang pengen dianggap manusia, harus bisa memanusiakan orang lain.. untuk bisa kayak gitu harus liat ke bawah dan tidak sombong pastinya… hehehe

*salam kenal, ma kasih udah mampir…🙂

salam kenal juga ., makasih juga udah mau silaturahmi di sini.
intinya jangan jadi orang sombong , setuju banget , semoga kita semua terhindar dari sifat tersebut
sering – sering silaturahmi ya
jangan bosan

26 02 2008
Joyz

“kalau ingin dihargai , ingin disayangi , ingin dicintai kita juga harus belajar menghargai , mengasihi , menyayangi dan mencintai orang lain”

Setujuuuuuuuuuuu……………

stujuuuu juga , intinya ya kita yang emang harus mulai duluan
makasih ya sudah silaturahmi lagi di sini
sering – sering silaturahmi
jangan bosan

26 02 2008
Yari NK

Iya terkadang orang harus “menerima pelajaran dulu” berupa tidak dihargainya dia, baru dia bisa menghargai orang lain. Bukan hanya dalam kasus menghargai saja tetapi juga dalam kasus lain seperti misalnya dalam narsisisme berlebihan, ia baru berhenti menjadi narsisis yang memuakkan itu jikalau ia baru menemukan seseorang yang bertingkah lebih narsisis yang sampai merendahkan dirinya. Juga dalam kasus2 negatif lainnya.

Sayang ya, terkadang ada orang yang baru “belajar” sesudah ia menerima pelajaran pahit tersebut.😦

manusiawi pak , itu emang sudah kodrat kita sebagai manusia , yang menyesal kalo nasi sudah jadi bubur . tapi lebih baik lagi kalo kita sadar karenanya bukan malah tambah ngga sadar
makasih ya pak sudah silaturahmi lagi di sini
sering – sering silaturahmi ya pak
jangan bosan

27 02 2008
bsw

Saya pikir saya bisa nangkep inti tulisan di atas, yg mengajak untuk menghargai orang lain – Setuju banget.
Tapi……🙂 rasanya saya nggak setuju dengan menyandingkan para tukang ojek payung, tukang sapu, guru dgn yg berikut ini:
– Para pengemis, mereka tidak perlu ada untuk menyadarkan betapa beruntungnya kita? Bukankah sudah tugas manusia untuk bersyukur, bahkan hanya dengan nafas kitapun kita wajib bersyukur? Pengemis tidak seharusnya ada jika negara menjalankan amanat UUD 45.
– Para tukang copet, mereka juga tidak sepatutnya ada. Kewajiban untuk berbagi tidaklah menjadi alasan kenapa copet harus ada.
– Para koruptor, lebih parah daripada copet – tidak seharusnya ada. Kewajiban kita menyelamatkan negara tidak harus dengan ada koruptor atau tidak.
– Orang bodoh, saya pikir orang bodoh tidak harus ada untuk membuat kita beryukur akan ilmu yg ada. Terminologi orang bodoh bisa menyesatkan dan disalahpahami……
– Jasa orang yg tidak tampan atau cantik…..? tidakkah ini subjektif sekali..? Kenapa saya harus lihar orang yg tidak setampan saya untuk membuat saya bersyukur?

Maaf lho kalo kritik saya kelihatan berlebihan, tapi saya ingin suatu saat saya ingi bercerita kepada anak saya dengan tema spt ini (bahkan dengan contoh di atas). Saya bisa menerangkan pentingnya jasa guru, tukang sapu taman/jalan, portir, ahli ekonomi dsbnya, tapi tidak untuk contoh pengemis, tukang copet, koruptor, orang bodoh dan orang tidak cantik/tampan itu….🙂
Salam

Alhamdulillah , masukan yang bagus, saya menghargainya , berarti tulisan ini memang dapat maknanya , semoga bisa di ceritakan pada anak cucunya , sebagai bekal berharga untuk mengarungi setiap inci kehidupannya.
terima kasih ya sudah silaturahmi lagi di sini
sering – sering silaturahmi ya
jangan bosan

27 02 2008
chatoer

iya setudju mas, ada pepatah di mana bumi di pijak di situ langit di junjung, artinya dimanapun kita berada kita harus menghormati dan menghargai orang, apalagi jika kita berada di lingkungan baru, kalo jaman suharto dikenal istilah tepo seliro

setuju juga . karena semuanya kembali lagi pada kita individu yang menjalankan hidup
makasih ya sudah silaturahmi di sini lagi
jangan bosan ya

27 02 2008
Rully

mari …:mrgreen:

mari juga
makasih ya sudah silaturahmi lagi
jangan bosan mampir di sini ya

27 02 2008
rumahkayubekas

Seperti sederhana tapi kenyataannya koq teramat sulit sekali untuk dijalankan.
Semoga deh semoga,

Amin , semoga hal yang sederhana ini bisa kita laksanakan meski katanya sulit. yang penting mau belajar , usaha dan doa
makasih ya sudah silaturahmi lagi di sini
sering – sering silaturahmi ya
jangan bosan

27 02 2008
wida

klo kita ingin di hargai harus belajar menghargai dlu,.. masalahnya kdng kita udah ngehargai orang tp tetep masih ad orang yg GAK ngehargain jerih payah kita,.. Emm jd menurut sy saling menghargai itu cuman teory praktek nya NOL Besar selama manusia masih punya sifat egois alias mentingin diri sendiri,. Hidup zmn skrg tuh hukum alam yg berlaku “yang kuat akan bertahan dan yg lemah akan tersingkir”

Ehm , yang penting kita lakukan adalah tetap menghargai orang meski tak dihargai , sulit sich , Tapi kalo bukan dari kita sendiri , lantas siapa ? apa memang mau selamanya dunia ini memakai hukum rimba , ingat Rasulullah tak pernah menyerah menyebarkan kasih sayang dan saling menghargai , meski beliau sendiri tak pernah dihargai bahkan kadang di caci
tetapi , makasih ya sudah silaturahmi lagi di sini
sering – sering silaturahmi ya
jangan bosan

27 02 2008
Cabe Rawit

Faling tidak, bentuk menghargai kefada orang laen itu adalah dengan cara tidak mencelanya…🙂

bener , aku setuju banget
seperti biasa komentnya pedaaas kayak cabe , kangen nya terobati hehehe
makasih ya sudah silaturahmi lagi di sini
sering – sering silaturahmi ya
jangan bosan

27 02 2008
wahyu supriyanto

Hai Bang Amat aku berkunjung lagi nih… Boleh kan?
Wah postingan yg ini bagus juga, penuh makna, memang kalo ingin menjadi manusia yg seutuhnya ya harus memiliki sikap dan perilaku seperti disebutkan diatas tadi. Kan itu juga yg membedakan kita sama makhluk ciptaan Tuhan yg lain. Btw, email Bang Amat aku boleh tau gak?

Thanks.

hai juga , tentu aja bole banget dong , secara udah lama khan ngga silaturahmi di sini
yang penting kita secara individu sadar , apa yang mesti kita lakukan dalam hidup kita
ini email saya
dyandrawicaksono@yahoo.co.id
kebetulan saya ada kirim 1 pesan ke email nya , di baca ya
makasih sudah silaturahmi lagi di sini , sering – sering datang ya , jangan bosan

28 02 2008
Oemar Bakrie

Menghargai orang lain kadang tidak perlu keluar biaya. Cukup senyum kalau dilakukan dengan tulus tentu akan memberi kebahagiaan yang menerimanya.
A smile happens only in matter of second but it will last forever …
(keep smiling yah ?)

Iya , makasih dorongan spirit serta doanya , semoga Allah selalu memberi saya anugrah senyum yang tulus untuk semua orang.
makasih sudah silaturahmi di sini
sering – sering ya pak
jangan bosan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s