JANGAN panggil aku PELACUR

31 12 2007

Namaku Sina , usiaku 20 tahun . Kata orang aku cantik , seksi dan supel . Banyak sekali lelaki yang terpikat denganku . Di kampus aku terkenal sebagai bunga yang dicari para kumbang. Wajahku mungkin tak kalah cantik dengan Luna Maya cuma beda nasib . Dia artis terkenal sedang aku meski cantik statusku tetap rakyat biasa , gadis kampus . Ehm tak salah kalau Ardi bintang basket kampus naksir berat padaku . Entah sudah berapa kali ia mengajakku untuk makan malam , tapi selalu kutolak . Aku masih belum siap , belum siap untuk jatuh cinta , karena bagiku cinta saat ini , hanyalah sebuah mimpi yang terlalu indah untuk digapai . Aku masih belum pantas .

*

Kulalui lagi jalan Jenderal Sudirman yang lengang di malam hari . Malam bulan Zulhijjah . Oh syahdunya bertaburkan bintang di langit . Tapi ups , aku merasa aneh dengan penampilanku saat ini . Aku mengenakan jilbab , Oh Tuhan pakaian yang tak pernah aku sentuh karena aku masih merasa PD dengan pakaian seksi yang biasa aku kenakan , tapi kenapa ?  Kutampar diriku lagi , Sakit ! . Aku sedang tidak bermimpi khan ? Dan aku masih disini di tempat yang biasa ku datangi . Tiba-tiba aku melihat Miana sahabatku . Dia bersama Rohim , anggota perkumpulan pemuda Islami di kampus . Tapi dia ngapain ya ? Trus Miana kok kelihatan sedih banget . Ada apa ya ? Belum sempat aku menghampirinya , tiba-tiba pandanganku gelap dan semuanya jadi hitam . Aku tidak ingat apa-apa lagi . Oh … ada apa ini ?

*

Balikpapan 20 Desember 2007

Seperti biasa aku berjalan menuju diskotik Mino yang terletak di hotel langgananku . Hotel yang cukup ternama di kotaku . Aku mengenakan make-up yang tebal plus menor, seolah aku bisa nyaman bersembunyi di dalamnya . Kutemui Sason , lelaki yang sangat akrab denganku belakangan ini . Sason selalu memberiku limpahan materi. Aku sich senang-senang saja . Lumayan lah , bisa buat beli HP gaul , supaya ngga malu sama teman-teman . Yach memang aku gengsi kalo ngga sedikit bergaya di kampus . Bisa-bisa Deodira akan mencercaku lagi . Deodira  gadis kampus yang masuk dalam jajaran menengah kelas atas , maklum bapaknya seorang dokter dan ibunya pengusaha kue yang cukup terkenal di kota ini . Aku ngga mau malu lagi . Aku ingin mereka mengakui keberadaanku .

Seperti biasa aku larut lagi dalam pelukan Sason . Menikmati champagne mahal yang dibelikan khusus untukku . Sason ngga sendirian , ada Wisnu dan Adi temannya . Hari itu kami merayakan keberhasilan proyek Sason yang menang tender. Musik DJ yang mengalun dan menghentak seolah membuaiku ikut terhanyut . Oh … indahnya dunia. Semua berjalan cepat , entah sudah berapa gelas aku minum , yang jelas aku sangat mabuk karenanya . Dan lagi-lagi semua gelap . Aku tidak ingat apa-apa.

*

Balikpapan 21 Desember 2007

Aku melihat ibu sangat sedih  juga Tia dan Ario adik lelaki yang sangat aku sayangi . Tapi kenapa ya ? Bukankah kemarin ibu baru aku belikan baju muslimah di butik Shafira yang terkenal , lalu Tia , dia juga sudah kebelikan HP 3G yang mahal sehingga dia tidak perlu malu lagi dihina oleh teman-temannya . Dan Ario kubelikan seperangkat  alat permainan sepakbola plus sepatu bola dengan merk yang terkenal , aku tahu dengan begitu ia akan jadi giat berlatih . Ario pernah bilang bahwa suatu hari nanti ia ingin menjadi pemain bola yang tersohor , sehingga kalau bisa sehebat Bambang Pamungkas , ia akan mengajak kami sekeluarga Ibadah Haji . Ah … sungguh mulia cita-citamu Ario.

Tapi lagi-lagi aku heran kenapa semuanya bersedih . Apakah mereka tidak suka dengan hadiah yang aku berikan itu . Tapi ngga mungkin ah . Toch kemarin saat aku memberikannya , semua nampak bahagia. Atau jangan-jangan mereka cuma ingin membuatku senang . Tapi mustahil , yang aku tahu mereka , keluargaku , adalah orang-orang yang tulus menerima pemberian , apalagi itu dari aku . Mereka orang-orang yang tulus dan enggan berpura-pura . Ingin aku menanyakan langsung . Tapi entah kenapa kakiku susah digerakkan . Aku kaku bagai es. Lagipula aku takut dimarahi ibu , soalnya aku tidak pulang semalam . Selama ini aku selalu pulang meski larut malam sekalipun . Oh … ibu ada apa ini ?

*

Balikpapan 22 Desember 2007

Sudah hari ke 2 , aku ngga pulang ke rumah . Aku takut penyakit Asma ibu kambuh gara-gara khawatir denganku . Tapi … aku juga bingung kalo ibu menanyakan kemana aku selama 2 hari ini . Alasan ke rumah Miana ngga mungkin , soalnya aku memang ngga ke sana selama 2 hari ini . Menemui Miana juga sulit , beberapa kali kudatangi ke rumahnya , dia tidak ada . Di kampus juga tidak ada. O iya biasanya Miana ada di Cafe Alista di kawasan Ruko Bandar . Segera aku bergegas ke sana dengan harapan bisa bertemu Miana . Syukurlah aku melihat Miana . Ia duduk sambil memegang buku di tempat biasa kami minum sambil menikmati mentari sore. Tapi ekspresinya kok sama dengan Ibu , Tia , dan Ario . Sebenarnya ada apa ini . Belum sempat aku menghampirinya , tiba-tiba ponsel Miana berbunyi . Tampak sekilas ia bertambah sedih dan mengucapkan Innalilahi , tapi siapa yang meninggal ? . Oh … mungkin salah satu keluarga dekatnya . Soalnya ia begitu sedih . Tapi pikiranku terfokus pada buku yang dipegangnya . Itu khan buku diaryku , tapi kenapa bisa ada pada Miana . Kucoba untuk mengejar dan mengikuti Miana yang tampak segera beranjak dari tempat duduknya .

*

Balikpapan , senja 22 Desember 2007

Kuikuti terus Miana , tapi jalan yang ia tuju seperti aku kenal . Ini khan jalan menuju ke rumahku . Miana mengetuk pintu . Tampak Ibu keluar , aku segera mendekati mereka dan bersembunyi . Terus terang aku masih takut , masih belum berani .

” Bu … selamat hari Ibu ya ” Ujar Miana

” Terima kasih Miana ” Jawab Ibu

Ups aku lupa hari ini ternyata tanggal 22 Desember , tanggal yang biasa diperingati oleh kaum wanita sebagai hari ibu . Biasanya aku membelikan kado yang special dan melarang ibu mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Ibaratnya meski cuma satu hari , aku ingin ibu istirahat dari tugas rutinnya itu . Aku ingin merasakan bagaimana hebatnya tugas seorang ibu . Dan aku ingin membalas jasa dan pengorbanan ibu , yang telah bekerja keras dan membesarkan anak-anaknya

” Ibu … maafkan Sina ya ” Gumamku dalam hati

” Bu … ikut aku ya ke RS Restu Ibu ” Ajak Miana.

Aku semakin bingung , kok Miana malah mengajak ibu bukan aku . Dan lagi-lagi aku jadi tambah bingung.

*

Malam yang kelabu , Balikpapan 22 Desember 2007

Warna cat putih RS Restu Ibu membuatku mual . Mencium baunya saja aku eneg . Aku paling benci yang namanya Rumah Sakit . Tempat ini yang telah merenggut Ayah serta Andri kakakku yang paling besar . Uh … sebenarnya aku sebal , tapi semua kutahan demi memuaskan rasa penasaran dalam hatiku . Ku ikuti terus langkah Miana dan Ibu , tapi kok malah ke kamar mayat . Dan kenapa di pintu depan ada beberapa pria berseragam coklat . Dan saat Ibu dan Miana berada di depan sebuah jasad , tangis pun pecah .

” Ibu yang kuat ya …. ” Ujar Miana memegang tangan ibu.

Saat ibu perlahan membuka kain yang menutupi jasad itu , seketika juga ia pingsan . Dan saat aku mencoba untuk melihat , bruk … lagi -lagi pandanganku gelap . Aku pingsan dan tak ingat apa-apa.

*

Balikpapan , 23 Desember 2007

Namaku Sina . Usiaku 21 Tahun tanggal 23 Desember ini . Kali ini aku mengenakan baju putih dengan Jilbab warna kontras . Dari cerita Miana aku tahu segalanya .

Hari itu tanggal 20 Desember 2007 aku yang mabuk berat dibawa ke rumah Sason . Aku dikerjai oleh mereka bertiga , aku memang tak menolak . Aku memang perempuan bayaran atau kasarnya aku memang pelacur . Tapi asal tahu saja , semua itu kulakukan demi keluargaku . Aku ingin membahagiakan keluargaku . Aku sudah bosan menjadi bahan hinaan dan olok-olokkan orang sekitar . Aku tak butuh belas kasihan , aku hanya butuh pengertian mereka . Aku ingin hidup layak . Apa mereka ngga punya hati nurani ya ? Harusnya di negeri yang tepo seliro ini , budaya gotong royong dan tolong menolong itu ada . Ini tidak , sekarang egoisme pada diri sendiri . Sudah hilang ras empati , perikemanusiaan , saling sayang menyayangi . Yang ada hanyalah Hedonisme , kanibalisme , konsumtif , liar tak terkendali , serakah dan egois . Gampang marah dan tersulut emosi . Ah …. kapan semua itu akan berubah .

Dan sebetulnya hari itu aku ingin berhenti dari pekerjaanku yang hina ini , Rohim menawarkan aku bekerja di hotel Syariah milik pamannya . Menurut cerita Miana , karena sudah dipengaruhi pil setan , Sonan dan ke 2 temannya tega membunuhku . Aku dilempar begitu saja di hutan pinggir kota . Dan menurutnya lagi mayatku ditemukan 2 hari kemudian , tepatnya tanggal 22 Desember , persis di hari Ibu .

Miana aku tidak ingat itu semua . Yang aku ingat sesaat sebelum menghembuskan nafas terakhir , aku masih sempat menyelamatkan seekor kelinci dari ular yang akan menerkamnya . Saat dibuang Sason nafasku masih ada. Meski lemah sekali .

*

NEGERI AWAN -AWAN

Ibu , Tia , Ario , Miana dan Rohim . Ternyata Allah maha baik . Beliau mendengar niatanku untuk bertobat dan menyelamatkan makhluknya dengan ikhlas . Kini aku bahagia sekali . Aku tidak mau memakai gelar itu lagi . Jangan panggil aku dengan nama itu . Panggil aku Sina . Jangan panggil aku pelacur .

Advertisements




catatan akhir taun 2007 , welcome for 2008

31 12 2007

ngga terasa ya tahun 2007 ini akan segera kita lewati . Tahun 2008 akan segera dijelang beberapa saat lagi . Tau ngga yang paling laku siapa ? tukang ramal . Yaps mereka emang paling laku . Maaf ni ya buat semua yang punya profesi sebagai peramal . Tapi semua khan yang menentukan adalah Tuhan. Kita khan dilarang percaya sama dunia ramal-meramal. Tapi saya juga ngga punya hak untuk melarang orang supaya ngga percaya ama ramalan . Karena menyangkut hak azasi seseorang. Jadi saya serahkan semua sama para pembaca , tugas saya cuma mengingatkan . Tapi terlepas dari semua ramalan yang mengatakan bahwa negeri kita ngga akan perah lepas dari bencana sampai 2008 , juga akan ada kecelakaan pesawat atau alat transportasi yang lainnya , ataupun Indonesia yang ngga akan pernah aman , yang jelas aku cinta Indonesia , dan aku percaya bangsa ini pasti bisa bangkit . Banyak acara yang ditawarkan pada pergantian tahun ini , lihat saja di televisi banyak acara yang menampilkan grup-grup band papan atas yang menggelar konser , pesta kembang api yang pastinya akan menghabiskan dana ratusan juta rupiah . Tapi sadarkah kita di tengah kemeriahan acara malam taun baru sebenarnya tergoret kisah tragedi di tahun 2007 .

Bencana banjir , gunung meletus , tanah longsor , gempa bumi , kecelakaan pesawat , kapal terbakar , semua seolah menjadi catatan hitam di taun 2007 . Prestasi olah raga Indonesia yang melorot di arena Sea Games , meski kita bisa memperbaiki peringkat .

Tak ada larangan untuk merayakan taun baru semeriah mungkin , tapi setidaknya ada kesadaran dari diri kita . Apakah tidak ada cara yang lebih baik ???

Daripada sekedar hura -hura , mungkin lebih baik dilewatkan dengan doa bersama , agar negeri ini dijauhkan dari bala . Berbagi bersama dengan orang – orang fakir miskin layaknya saat idul fitri menjelang . Menghabiskan malam taun baru dengan keluarga tercinta , saling merenung , saling bermaafan , membuat planing atau peta kehidupan dengan pencapaian yang ingin dicapai taun depan . Itu mungkin lebih baik , sederhana tapi ngga mubazir dan berkesan . Toch dilakukan cuma 1 tahun sekali khan ? .

tapi yang penting , apapun yang akan kita lakukan menyambut taun baru 2008 , sah – sah saja , asal emang ngga ganggu kepentingan orang lain .

tataplah masa depan di taun 2008 dengan indah dan melakukan hal-hal yang positif .

kita sukseskan PON 2008 , Visit Indonesian Years 2008 .

Semoga Indonesia lebih baik di taun 2008 , kita harus optimis , dan yang jelas mari bersatu padu demi yang terbaik buat negeri ini .

SEKALI LAGI SELAMAT TAHUN BARU 2008





kejujuran adalah sgalanya ….

30 12 2007

pernah ngga kita jujur pada diri sendiri . Kalau berbohong mungkin sering kali ya . Tapi sebenernya jujur itu sangat berat dilakukan , karena biasanya pahit adanya. dan kebohongan itu manis adanya , tapi masa sich kita terus -terusan berbohong selama hidup kita .





Banggalah pada diri sendiri

29 12 2007

Kita pastinya pernah ngerasa ada yang salah sama diri kita . Kita merasa punya banyak kekurangan , kita ngerasa ngga ganteng , ngga cantik , terlalu gemuk , bukan dari kalangan menengah ke atas . Hal – hal tersebut kadang mempengaruhi kita dalam berinteraksi dengan orang sekitar kita . Padahal kalo jujur hal tersebut malah akan jadi beban kita . Cobalah jadi diri sendiri dan berpikir positif untuk bangga sama diri kita . Percaya dech Tuhan ngga pernah menciptakan makhluknya dengan sia-sia . Pun pada makhluk terkecil di muka bumi ini . Kita khan adalah makhluk paling tinggi yang diberi akal pikiran , jadi kenapa harus minder. Coba dech bangga sama kegemukan yang kita miliki , bersyukur dengan rezki yang diberikan Tuhan . Mungkin kita ngga ganteng , tapi pasti kita punya kelebihan lain , pintar atau punya brain yang baik . Jadilah diri sendiri di tengah pergaulan yang kita masuki . Jangan berpura-pura atau munafik . Enjoy dengan yang ada pada diri kita , ngga perlu sampai harus menyiksa diri . Penilaian baik di mata Tuhan jauh lebih bernilai dari penilaian kasat mata manusia. Jadi bener adanya semua makhluk yang Tuhan ciptakan punya kelebihan dan kekurangan . Belajar dari pengalaman aku hari ini yang bertemu dengan seorang teman , aku berharap dia bangga akan dirinya . Siapa lagi yang akan bangga dengan diri kita kalau bukan diri kita sendiri . Tekunilah apa yang menjadi kebisaan dan bakat kita , karena kita ngga akan pernah tahu itu akan menolong kita suatu hari nanti . Dan penilaian tentang ganteng atau tidaknya seseorang , seksi atau tampannya seseorang , dari setiap penilaian individu pasti berbeda . Coba dech bagi 2 orang perempuan yang melihat seseorang lelaki , pasti mereka berbeda pendapat , berbeda penafsiran . Jadi jangan kecil hati untuk orang yang merasa minder sama dirinya , yang merasa ngga pantas jadi idola . Guys masih banyak jalan untuk bisa tetap exist membuktikan diri kita ada . Lakukanlah dengan jalan terhormat dan yang penting bisa buat kita bahagia dengan diri kita . Be your self aja dech , cause life is so simple do not make it so harded . 

Jadi bangga pada diri sendiri , kenapa ngga ?????





journey of life ( kebahagian Cinta ) bag : 3

29 12 2007

ketika jalan semakin sulit ….

Hmm … hari ini aku merasa berat sekali menjalani hidup . Rasanya ada beban berat yang menghantam . Aku bingung dengan jalan kehidupan yang aku lalui sekarang . Tetap di jalan yang ku pilih atau aku berbelok . Terus terang , aku bingung setelah pertemuan dengan Li kemarin . Mentalku tiba-tiba down , aku jadi ngga PD dengan diriku sendiri. Aku juga tak bisa terus-terusan menutupi statusku di depan publik . Suatu saat aku harus berbicara jujur , toch bangkai busuk tak bisa terus disimpan , suatu saat baunya akan tercium juga . Tapi aku juga manusia biasa yang punya hati , aku belum siap mental dengan semuanya nanti , cuma sampai kapan ya aku harus bertahan .

” Dyan …. kenapa mukanya kusut ? ” Tanya Bunda lembut padaku

” Ehm … maaf bunda , Dyan kayaknya lagi bener – bener lemah saat ini ”

” Bunda tau ini berat banget buat Dyandra , tapi Dyandra juga harus tau bunda juga sangat berat awalnya nerima keadaan kamu kemarin . Jauh sekali dari angan-angan bunda. ”

” Itulah bunda , Dyan juga kasihan sama Yanda , udah tua masih harus susah jadi supir angkot demi Dyan dan bunda. Dyandra malu bunda . ”

” Bunda ngerti perasaan Dyan , tapi keadaannya emang lagi begini khan ? bersabarlah , minta petunjuk sama Allah ”

” Udah bunda , Dyan capek , Dyan pikir kayaknya Tuhan ngga sayang sama Dyan , Tuhan benci sama Dyan ”

” Dyan … jangan begitu nak , Allah sayang banget sama semua umatnya termasuk Dyandra ”

” Iya sangking sayangnya sampai Dyan … “! Bunda menghentikan ucapanku.

Bunda menitikkan air mata.

” Bunda … maafin Dyandra , tapi mau ngga mau itu … ” Aku menghentikan karena melihat bunda semakin sedih.

” Dyandra …. ” Bunda menghampiri dan membelai rambutku.

” Bunda ngerti nak betapa berat beban di kepalamu , tapi bunda mohon jangan kau sebutkan masa lalumu itu nak , bunda ngga malu , tapi alangkah bijaksananya kalo kita tidak lagi menyebutnya , biarlah ia terkubur bersama kenangan buruk . ”

” Yang bunda maksud adalah , Allah masih baik , masih ngasih kesempatan sama Dyandra untuk berubah , bunda percaya Allah ngasih cobaan ke semua umatnya sesuai dengan kemampuan masing-masing ngga lebih ”

” Trus bagaimana yang bunuh diri bunda ? ” Tanyaku

” Mereka yang mengambil jalan pintas itu adalah kesalahan mereka sendiri , padahal kalau mereka sedikit bersabar , semua masalahnya akan ada jalan keluar. Tapi Dyandra jangan punya niat bunuh diri khan nak ? Dyandra masih sayang bunda , yanda dan saudara-saudara mu yang lain khan ? ” Tanya bunda dengan nada cemas.

Aku menggelengkan kepala .

” Tidak bunda , mudah-mudahan jangan kepikiran . ” Lanjutku lagi.

” Tapi bunda , Dyandra malu kalau terus numpang tanpa kerjaan yang jelas , kasihan Yanda sudah tua . ”

” Dengar sini nak , janganlah kau mengulangi kesalahan yang sama . Bunda tau keinginan tulusmu adalah membahagiankan bunda dan yanda. Tapi kamu juga harus ingat tentang dirimu . Bunda dan yanda ikhlas dengan keadaaanmu saat ini . Harta bukanlah segala-galanya. Seperti pepatah jawa bilang mangan ora mangan sen penting ngumpul.

Aku terharu mendengar jawaban bunda .  ” Oh bunda maafkan Dyan yang dulu selalu mengecawakan dan membuat bunda sedih dan sekarang bunda sama yanda menderita karenanya . Dyandra minta maaf banget.”  Ujarku dalam hati .

” Jadi yang harus kamu pikirkan sekarang nak adalah bagaimana agar hidup baru yang dijalani sekarang lebih ada artinya buat kamu . kamu bisa tidur nyenyak , melangkahkan kaki kemana yang kau suka , itu semua adalah nikmat yang harus kita syukuri . Meski kamu belum bekerja buat bunda sama yanda ngga ada masalah , yang penting kamu sehat dan bahagia. ” Nasehat bunda lagi.

” Ya sudah nanti malam kau bangunlah untuk sholat malam , adukanlah semua pada yang Maha Kuasa , Insya Allah Dia akan menunjuki jalan untukmu . ”

” Baiklah bunda , Insya Allah Dyandra akan kerjakan . ” Ujarku.

Malam telah menunjukkan pukul 02.00 dinihari , dan aku sekarang berada di atas sajadah biru . Banyak yang bilang di antara pukul 01.00 – 03.00 , Allah Maha mengabulkan doa hambanya yang meminta. Namun bagiku , Allah selalu mengabulkan permintaan hamba- Nya , namun dalam pengabulannya , ada yang langsung , 1 minggu sesudahnya ataupun malah diberi ganjaran di akhirat. Yang baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah.

” Ya … Allah , hamba tau hamba adalah orang yang paling berdosa. Hamba tau hamba kotor , tapi Ya Allah yang maha rahmat dan rahim , berikanlah hamba petunjukkmu ke jalan yang terang , bukakanlah hati dan pikiran hamba untuk mencoba menerima semua ujian yang sedang kau berikan sekarang . Jangan biarkan hamba salah melangkah lagi dan melupakanmu. Bimbing hamba ya Allah . Hamba tau hamba tak pantas meminta , namun hamba juga tau Engkau sangat kasih terhadap makhlukmu. Kasih sayang dan Rahmatmu mendahului Azab dan murkamu . Tetapkanlah pendirian dan diri hamba terhadap celaan mereka yang tidaj suka sama aku . Ya Allah hanya kebahagiaan dunia dan akhirat untuk hamba dan orang-orang yang hamba cintai sebagai tujuan hidup hamba sekarang .

Ya Allah tetap bimbinglah hamba untuk selalu istiqamah dan ingat padamu , jangan biarkab hamba terpelosok lagi. ”

Balikpapan 28 Desember 2007

Nantikan terus kisah novel ini

masukan dan saran dapat dikirim ke dyandrawicaksono@yahoo.co.id





aku kecil ya Allah

27 12 2007

kuhirup lagi udara pagi yang menyegarkan

kusyukuri lagi mentari pagi hari yang hangat menyapa

mendengarkan kicauan burung yang bersenandung detak jantungku masih berdetak hari ini

inilah anugrah di antara beban yang menghimpit

pemaknaan kisah kehidupan yang hakiki

menikmati perjalanan hidup yang penuh warna

romansa berjalan silih berganti

kodrat alamiah dari sang Maha Pencipta

yang terkadang kita lupa dan alpa karenanya

silau oleh dunia yang indah bersifat maya

terlalu sombong dan angkuh pada ke Akuan

merendahkan ciptaan lain yang tak sempurna

meski IA yang mencipta tak pernah membedakan

kemunafikan selalu merajai hati kita

kedengkian dan iri hati juga egoisme

dimana lagi puncak kebahagiaan kau cari

ketenangan dan kedamaian yang kau idamkan

jikalau kau sibuk mengurusi hal-hal semu

dan lagi-lagi kita lupa dan alpa

mensyukuri nikmatnya udara pagi

riuhnya kicau burung yang seirama

lupa lagi pada sang Khaliq yang Maha Segalanya





bag ke 2 : journey of life ( kebahagiaan cinta )

27 12 2007

pertemuan tak terduga

Aku berjalan lagi menuju ke rumahku , memang tak jauh letaknya di daerah Klandasan Balikpapan . Memang sedikit agak kumuh , rumah sederhana yang hanya berukuran sangat-sangat minimalis , beratapkan seng dengan lima penghuni di dalamnya. Namun aku masih bersyukur , karena meski begitu ada sejuta kehangatan keluarga di dalamnya . Tuhan aku masih memilih yang seperti ini , ketimbang rumah besar yang megah namun miskin kehangatan di dalamnya . Aku punya orang tua yang selalu menyayangi dan memberi support atas setiap tindakanku, ipar dan adik yang baru mebina rumah tangga dengan ” Ai ” ponakanku yang lucu , usianya baru 8 bulan dan kelakuannya sangat menggemaskan aku . Rasanya di tengah dunia yang gersang dengan cinta dan kasih sayang , aku merasa menjadi orang yang paling beruntung sedunia.

Saat melintasi Ruko Balikpapan aku ketemu dengan teman lamaku Li , dia kerja di salah satu restoran ternama di kawasan itu dengan posisi cukup lumayan . Dulu sekitar 2 tahun yang lalu aku sangat akrab dengannya , namun sejak saat kemarin , saat badai besar menghempas kehidupanku , kami semakin ada jarak.

” Hi … Li , pa khabar ? ”

” Kamu Dyan … kamu ? ”

” Iya Li…. bulan kemaren tanggal 20 , maap ya .. kamu jadi kaget ”

” Ya iyalah … soalnya khan kamu bilang masih 6 bulan lagi , ternyata … ”

” Ya alhamdulillah , Allah baik banget sama aku meski aku sempat meninggalkannya , dan tentunya berkat doa kamu juga Li  ”

” Ya syukurlah , pesan aku never do the same thing ” 

Iya … btw kamu ada acara ngga ? ” Tanyaku lagi

” Ehm … aku ngga enak , tapi emang aku ada acara sama temen aku , lagipula aku juga harus siap-siap buat preparation ke Bali , mungkin dalam 2 hari ke depan aku ke Bali . Kamu ngga apa – apa khan ? ”

” Ngga apa – apa kok Li , ” Jawabku lemas namun aku sembunyikan

” Mhh.. sorry ya dyan, ada temen aku yang jemput , tinggal dulu ya ? ”

Dan Li pergi begitu saja meninggalkan aku

Ah … ternyata dunia masih sama saja , manusia sangat cepat berubah . Li aku paham dengan keadaanku sekarang , aku memang telah berubah 180 % , juga dengan status yang aku miliki sekarang . Tapi Li , apakah hanya karena itu lantas kamu berubah dari aku . Aku masih sama Li , masih dyandra yang kamu kenal 3 tahun silam , ngga ada yang berubah dari aku. Tapi Li , aku menangkap perubahan kamu . Kamu berubah 180 % Li , meski kamu berusaha menutupinya , tapi hatiku berkata lain . Dulu sangat gampang mengajak kamu jalan , entah itu sekedar cuci mata , atau sekedar jalan bareng . Tapi aku juga ngga mau berburuk sangka sama kamu . Mungkin sekarang keadaannya memang sudah berubah , kamu memang harus disibukkan dengan urusan pekerjaanmu di restoran , karena memang persaingan bisnis makanan di balikpapan memang kian ketat. Kita harus punya trik-trik khusus.

Aku memang menyadari sepenuhnya keadaan diriku , meski aku ingin sekali semua menerima keadaanku ini . Naif memang , tapi cuma itu harapanku. Li , aku cuma ngga ingin kamu berubah sama aku. Aku juga manusia yang punya hati dan nurani , dan Li aku lagi butuh teman sejati atau lebih tepatnya sahabat sejati saat ini . Aku sedang dalam keadaan terpuruk , aku bingung dengan arah tujuan dan masa depan aku , aku butuh temen curhat . Meski pengangguran , aku ngga mau nyusahin kamu dengan mengemis pekerjaan sama kamu . Aku masih punya harga diri untuk berjuang sendiri , meski dari nol , meski harus melakukan pekerjaan hina dan kasar sekalipun, aku rela.

Kupandangi saja tubuh Li yang berlalu , terkenang lagi kenangan bersamanya . Bagaimana dia dengan antusias mengajakku jalan , dan sebagai imbalannya aku mempromosikan restorannya , dan tak jarang aku makan di situ . Ah biarlah semua memang telah berlalu , aku hanya berharap Li tak punya pikiran naif padaku . Memang mencari sahabat sejati yang setia mendengar dalam suka dan duka sangat sulit sekali , seperti mencari jarum di atas tumpukan jerami.

Li , aku masih menyimpan foto kenangan kita , kamu ,aku dan Sin. Kita bertiga berfoto dengan gaya aneh di rumahmu.

Sungguh pertemuan tak terduga yang secara ngga langsung mengajarkan aku untuk bisa menentukan arahku ke depan . Teman mana yang bisa diajak bekerjasama dan tidak.

Kulangkahkan lagi kaki ini untuk melangkah pulang , aku sudah tak sabar lagi menemui ibu dengan senyum hangatnya juga adikku dan si Ai ponakanku yang lucu yang akan menyambut aku dengan tawa inocentnya . Ah … dunia ini rasanya indah kalau sudah ada di rumah , ibaratnya HOME SWEET HOME , rumahku istanaku.