Berjibaku dengan rasa

16 02 2011

Entah apa yang terpikirkan saat menulis ini, blog juga sudah lama tidak di update. Jarang juga mengunjungi dan membaca tulisan di blog lain. Mungkin karena trend nya lagi menuju pada jejaring social. Facebook dan twitter.

Yups, saya juga sebenarnya juga sudah terkena sindrom itu. Tapi ya itu tadi lagi berjibaku dengan rasa. Ingin berlari dan mengubah sesuatu menjadi lebih baik lagi.

Pernah berjibaku dengan rasa seperti yang demikian? Kala harus memilih, membuat resolusi namun terkendala dengan diri sendiri?

Katanya sich kita harus semangat, tapi kudu diingat juga, motivasi dalam diri untuk maju dan berbuat itu yang terpenting.

Hem, akhirnya aku kini lanjut berjibaku dengan rasa, untuk yang lain silahkan tanya pada hati yang paling dalam, semoga jawaban yang ada menyenangkan hati kita semua





Andai blog ini tak ku buat

20 12 2008

Tak terasa sudah mau berganti tahun. Yups, dalam beberapa hari lagi sudah masuk tahun 2009. Berarti sudah selama kurang lebih satu tahun aku berada di dunia perblogeran ini. Blogger, sebenarnya suatu istilah yang masih sangat asing bagiku kala itu. Aku buta yang namanya ngeblog. Paling taunya Friendster, buka email di yahoo, sering juga mampir di facebook. Pokoknya masih rada binun. Kebanyakan sich download lagu atau main games. Kayaknya itu sudah menjadi tradisi turun temurun ya. Makanya sampai sekarang yang aku lihat, anak-anak sekolah bahkan ada beberapa yang sudah berusia masih melakukan yang sama seperti yang aku lakukan dulu. Andai saja generasi selanjutnya bisa lebih kreatif dan lebih mengerti tentang teknologi yang lain.

Alhamdulillah, dengan ngeblog ini aku akhirnya punya banyak teman dan sahabat. Saling berbagi, saling berpikir untuk maju ke depan. Berangkat dari situlah akhirnya aku dan teman-teman membentuk komunitas. Dan karena di Medan, pengennya membentuk komunitas blogger Medan. Respon yang luar biasa membuat berkembang menjadi bloggersumut yang sudah ada sekarang ini. Ingin menunjukkan saja bahwa blogger juga bisa berbuat sesuatu yang lebih. Menarik yang dikatakan oleh seorang teman terbaik saya Nich, rasa kebersamaan itu lebih dari segala-galanya. Ah andai saja kita bisa mewujudkan itu, rasa kebersamaan yang dipupuk tanpa ada embel-embel apapun. ( apa buat lomba aja ya bang nico untuk menguji rasa kebersamaan itu? ) Kebersamaan yang diciptakan karena kesamaan hobby online di dunia maya, surfing, dan ber YM ria, dengan gravatar yang membuat bibir ini simpul-simpul sendiri di depan layar monitor putih ( nyang jelas bukan orang gila khan? 🙂 )

Hem, waktu terus berjalan, andai saja bisa dihentikan saat kita bertemu muka ( alias kopdar yang pertama sekali ), masih pada ingat khan?

Dan berterima kasih juga dengan para sahabat blogger semua yang ada dan telah dengan keikhlasan hati membantu saya. Meski kadang tak disebutkan nama, tapi aku menangkap keikhlasan hati kalian di situ. Apalah arti sebuah nama, apalah arti sebuah pemberian, kalau dengan adanya ketulusan itu tak ternilai harganya.

Rasa lelah, kritikan pedas, badai mengguncang, sempat membuat hati ini goyah. Tapi aku berpikir lagi, aku hanyalah said, dan kadang diingat dengan saidrealylife. Blog ini berarti banyak untukku, sangat banyak.

Bukanlah perasaan munafik yang ada dalam dada ini teman. Aku juga butuh yang namanya materi, tapi aku juga tak ingin kehilangan identitas ku yang asli. Barangkali julukan blogger natural akan kuterima. Ya inilah aku, said realylife, yang membangun blog ini sebagai lahan perenungan dan inspirasi hati, berbicara tentang kehidupan biasa yang terjadi di sekitar. Inilah style dan branding yang kuciptakan sendiri. Berandai-andai bisa menciptakan keyword sendiri yang asli tanpa copy paste tanpa harus melihat dari google insight, barangkali ingin berlari dari google search, tak ingin ditemukan, sendiri dan melangkah. Ups, kalo gitu salah dunk ya tulisan di atas, dimana prinsip kebersamaan yang aku junjung dan aku tulis berulang-ulang. Tapi aku khan hanya berandai-andai.

Hari juga dah menjelang malam ni, inginnya melanjutkan dengan mengunjungi sahabat ku ini, meninggalkan jejak di blog yang lain, ber ym an dengan para blogger lainnya. Atau melanjutkan ngeblog dan keasyikan bersurfing ria. Tapi mata dah lelah ni, ngga bisa diajak kompromi, lagipula pagi juga dah mau menjelang, menerbitkan mentari yang selalu tersenyum untukku dan untuk kita semua. Cuma berandai-andai saja ni, pas esok hari aku bangun, bisa melihat ketertiban warga kota Medan tercintaku, tak kulihat lagi jalanan yang rusak, tak kulihat lagi angkot berhenti sembarangan, penumpang menyetop angkot juga sembarangan, kemacetan yang tak seharusnya terjadi, tak kulihat juga anak-anak jalanan yang mengamen dan mengemis di jalanan, Ibu-ibu yang mengeluh tentang mahalnya barang-barang akibat krisis global dunia yang sudah semakin parah, para pekerja yang susah dapat kerja dan akhirnya lari ke hal negatif kayak menjadi pencopet, perampok, dan pembunuh. Waks, dunia dah jadi kejam pulak jadinya ya. Pengennya sich aku bisa nyaman menikmati pemandangan kota tua Medan dari trotoar yang sudah tertata rapi tanpa takut tertabrak kendaraan bermotor yang suka seenaknya dan juga pedagang yang sering memanfaatkan trotoar atau halte sebagai lapaknya. Menikmati kicau burung yang bebas terbang dengan pohon-pohon rindang sehingga tak perlu takut tertabrak gedung tinggi menjulang tapi kosong dalamnya. Menikmati keceriaan anak-anak kecil yang menari riang tanpa melihat perbedaan, kaum muda yang tak lupa tradisi dan budayanya, dan dengan bangga dia bilang, inilah aku anak Medan, Sumatera Utara, Indonesia. Supaya nda buta warna kehilangan identitas. Melihat warnet yang dipenuhi oleh orang dari berbagai kalangan yang saling berbagi ilmu dan tak mencari yang aneh-aneh. Intinya sich pada ngeblog. Hemm… jadi punya sejuta khayalan dech. Pengennya ni, andai saja semua orang tahu dan semua orang bisa menjadi pintar dan akhirnya kaya dari bisnis online. Tapi tetap usaha dan doanya ngga dilupakan. Ibaratnya dunia yang hanya seluas ini tak melupakan kita pada dunia akhir perjalanan kita yang abadi nantinya ( last journey of life gitu loh )

Ups, tadi katanya mo udahan malah nulis lagi. Maklum sehari ngga ngeblog gimana gitu rasanya.

Buat bloggersumut, semoga program kita bukan cuma andai-andai ya, tapi jadi kenyataan, bukan kombur-kombur dari cafe ke cafe.

Andai blog ini tak ku buat, entahlah… aku juga tak mau dan tak ingin tahu.

Itu saja

Tulisan ini saya ikutkan pada sebuah blog teman yang ingin mengakhiri tahun 2008 ini dengan event yang unik.





air , tanah , minyak , bumi … are we going to save them ???

22 05 2008

Lihatlah betapa jernih dan beningnya air di atas . Tapi sampai kapan ya kebeningannya akan seperti itu ? apakah 20 atau 50 tahun lagi ? apakah sampai anak cucu kita bisa menikmatinya ? Read the rest of this entry »





Rindu , benci , dendam , bahagia , sedih , … hati

18 05 2008

semua rasa bercampur jadi satu sekarang

semua bisa bilang , semua juga bisa katakan

campur aduk jadi satu

bingung ah dengan perasaan ini

rindu , benci , dendam , bahagia , sedih ,

hati …. Read the rest of this entry »