Garuda tetap di dadaku ( Kalah dengan terhormat )

30 12 2010

Fiuh, kemarin adalah saat yang mendebarkan dalam sejarah persepakbolaan Indononesia. Yups, partai hidup mati di kejuaraan piala AFF 2010, digelar di stadion kebanggaan Indonesia, Gelora Bung Karno Jakarta.

Puluhan juta mata anak negeri menyaksikan perjuangan skuad Tim Merah Putih. Tegang bercampur kesal, karena pada tanggal 26 Desember 2010 lalu saat laga final pertama dilaksanakan di bukit jalil, terlihat jelas bahwa permainan tidak fairplay.

Finally di 90 menit terakhir skor 2-1 untuk Indonesia, namun akibat sistim agregrator, kita kalah 4-2, setelah kekalahn 0-3 di laga pertama.

Men, ini bukan akhir dunia kalah di final piala AFF 2010. Kami semua tahu betapa hebatnya perjuangan laskyar Garuda. Men, tak apa tak bisa merebut gelar AFF tahun ini, masih banyak gelar lain yang diperebutkan. Setidaknya permainan Tim Garuda, sudah bagus, fairplay, sportif. Itu yang terpenting. Kita menjunjung tinggi sportivitas bermain. Kita sudah menang men. Tim Merah Putih sudah menyematkan Garuda di hati setiap anak negeri Indonesia. Garuda tidak pernah tersungkur, Indonesia tidak pernah tertekan. Ingat itu.

” Garuda di dadaku, Garuda kebanggaanku dan selalu di dadaku selamanya ”

Bravo Timnas Garuda Indonesia, kalian sudah melakukan yang terbaik.

Lebih baik kalah dengan Terhormat daripada menang tapi dengan sejumlah kontroversi dan terhina.

Men, kalian sudah memenangkan hati kami, Rakyat Indonesia pecinta timnas Garuda. Terus maju dan mengukir prestasi yang lebih baik lagi.

Tetaplah terbang tinggi Garudaku, tunjukkan pada dunia bahwa kita mampu dan bisa, tapi tetap santun dan sportif.

Advertisements