Ketika Hidup Melintasi Batas Kematian

30 04 2013

Waktu … terus dan terus berjalan

Cepat… hingga kadang nafas ini tersenggal

Filsafat dan filosopy seakan ironi yang tertusuk kehampaan

Tersadar diri dibodohi oleh waktu

 

Hidup… hiduplah ketika jiwa tengah dihidupkan

Warnai hari dengan lisan yang selalu beristighfar

Lidah… yang tercerabut dari kehampaan tanpa tulang

Hiduplah…. dan terus hiduplah

 

Jika… Ia telah datang….

Mencerabut nyawa tanpa pandang asa

Menghentak ketika tawa masih ingin dinikmati

Ketika jiwa terlupa akan rumah masa depan yang menanti

Ketika raga asyik dengan fatamorgana dunia

Ketika amal berkata belum siap

Itulah … saat hidup melintasi batas kematian

 

Aku terasa luluh lantak tak berbentuk

Manakala api itu menembus batas impian dan kenyataan

Saat aku tersungkur di hadapan kemuliaan

Terasa kotor menyirami kalbu dan kehinaan

Rabb… aku datang dengan penuh kesombongan

Aku pulang tanpa membawa bekal

Kini tinggalah penyesalan tanpa arti

Sia-sia…. sia-sia… sia-sia

 

Ketika Hidup Melintasi Batas Kematian

Maka bawalah bekal sebanyak-banyaknya

Saat tiada daya dan upaya yang ada

Kecuali Rahmat dan Ridho Ilahi

 

( Sebuah perenungan di antara cepatnya sang waktu dan tiada ilmu tentang kepastian mati jiwa2 yang hidup di dunia )

Puisi Islami terbaru di tahun 2013