Joey Potter

27 02 2008

Hidup pada akhirnya akan berubah , tidak ada yang sama dalam setiap inci kehidupan yang kita jalani .

semua bagai warna – warni , tetaplah bersyukur di mana pun kita tinggal , di kota kecil atau besar.

tidak masalah kalo kita tak punya kesempurnaan fisik , tak masalah kalau kita hidup serba kekurangan.

kalaupun kita punya kelebihan , punya sesuatu yang orang lain ngga punya , jangan pernah sombong karenanya.

Menjadi diri sendiri , punya intregitas , kuat , iman yang selalu menyatu di hati , tidak menganggap diri lebih baik dari orang lain , selalu sadar menjadi manusia yang lemah , dan tidak berpura – pura tegar di hadapan orang lain. Read the rest of this entry »





negeri dongeng

22 02 2008

ini cuma kisah yang ada di otakku

syukur kalo jadi kenyataan

syukur kalo semua nantinya bukan cuma mimpi , bukan cuma sekedar hayalan

NEGERI DONGENG

Negeri yang dipimpin oleh seorang kepala negara yang tunduk pada perintah Allah , hidup sederhana tidak berlebihan , menerapkan hukum yang sudah di tentukan oleh Allah , memperhatikan kesejahteraan seluruh rakyatnya , selalu beribadah 5 waktu sesuai dengan keyakinannya di tengah masyarakatnya , ibaratnya akan selalu berjalan dari satu daerah ke daerah lain , mendengar keluhan langsung dari rakyatnya . karena dia sadar itu akan diminta pertanggungjawaban nanti di pengadilan maha Tinggi . selalu mengajak rakyatnya untuk mengingat Tuhan , selalu mengajak rakyatnya untuk berdoa pada Tuhan Read the rest of this entry »





POPULER

29 01 2008

Menjadi popular adalah impian setiap orang . Baik yang diperoleh dengan meniti karir dari bawah ataupun instant. Namun tak sedikit yang kadang menempuh dengan segala macam cara , tak perduli halal atau tidak . Dan tak sedikit pula yang memulainya dengan cara 100 % halal.

Disadari atau tidak , segala sesuatu di dunia ini tak ada yang abadi , termasuk juga kepopuleran . Read the rest of this entry »





JANGAN panggil aku PELACUR

31 12 2007

Namaku Sina , usiaku 20 tahun . Kata orang aku cantik , seksi dan supel . Banyak sekali lelaki yang terpikat denganku . Di kampus aku terkenal sebagai bunga yang dicari para kumbang. Wajahku mungkin tak kalah cantik dengan Luna Maya cuma beda nasib . Dia artis terkenal sedang aku meski cantik statusku tetap rakyat biasa , gadis kampus . Ehm tak salah kalau Ardi bintang basket kampus naksir berat padaku . Entah sudah berapa kali ia mengajakku untuk makan malam , tapi selalu kutolak . Aku masih belum siap , belum siap untuk jatuh cinta , karena bagiku cinta saat ini , hanyalah sebuah mimpi yang terlalu indah untuk digapai . Aku masih belum pantas .

*

Kulalui lagi jalan Jenderal Sudirman yang lengang di malam hari . Malam bulan Zulhijjah . Oh syahdunya bertaburkan bintang di langit . Tapi ups , aku merasa aneh dengan penampilanku saat ini . Aku mengenakan jilbab , Oh Tuhan pakaian yang tak pernah aku sentuh karena aku masih merasa PD dengan pakaian seksi yang biasa aku kenakan , tapi kenapa ?  Kutampar diriku lagi , Sakit ! . Aku sedang tidak bermimpi khan ? Dan aku masih disini di tempat yang biasa ku datangi . Tiba-tiba aku melihat Miana sahabatku . Dia bersama Rohim , anggota perkumpulan pemuda Islami di kampus . Tapi dia ngapain ya ? Trus Miana kok kelihatan sedih banget . Ada apa ya ? Belum sempat aku menghampirinya , tiba-tiba pandanganku gelap dan semuanya jadi hitam . Aku tidak ingat apa-apa lagi . Oh … ada apa ini ?

*

Balikpapan 20 Desember 2007

Seperti biasa aku berjalan menuju diskotik Mino yang terletak di hotel langgananku . Hotel yang cukup ternama di kotaku . Aku mengenakan make-up yang tebal plus menor, seolah aku bisa nyaman bersembunyi di dalamnya . Kutemui Sason , lelaki yang sangat akrab denganku belakangan ini . Sason selalu memberiku limpahan materi. Aku sich senang-senang saja . Lumayan lah , bisa buat beli HP gaul , supaya ngga malu sama teman-teman . Yach memang aku gengsi kalo ngga sedikit bergaya di kampus . Bisa-bisa Deodira akan mencercaku lagi . Deodira  gadis kampus yang masuk dalam jajaran menengah kelas atas , maklum bapaknya seorang dokter dan ibunya pengusaha kue yang cukup terkenal di kota ini . Aku ngga mau malu lagi . Aku ingin mereka mengakui keberadaanku .

Seperti biasa aku larut lagi dalam pelukan Sason . Menikmati champagne mahal yang dibelikan khusus untukku . Sason ngga sendirian , ada Wisnu dan Adi temannya . Hari itu kami merayakan keberhasilan proyek Sason yang menang tender. Musik DJ yang mengalun dan menghentak seolah membuaiku ikut terhanyut . Oh … indahnya dunia. Semua berjalan cepat , entah sudah berapa gelas aku minum , yang jelas aku sangat mabuk karenanya . Dan lagi-lagi semua gelap . Aku tidak ingat apa-apa.

*

Balikpapan 21 Desember 2007

Aku melihat ibu sangat sedih  juga Tia dan Ario adik lelaki yang sangat aku sayangi . Tapi kenapa ya ? Bukankah kemarin ibu baru aku belikan baju muslimah di butik Shafira yang terkenal , lalu Tia , dia juga sudah kebelikan HP 3G yang mahal sehingga dia tidak perlu malu lagi dihina oleh teman-temannya . Dan Ario kubelikan seperangkat  alat permainan sepakbola plus sepatu bola dengan merk yang terkenal , aku tahu dengan begitu ia akan jadi giat berlatih . Ario pernah bilang bahwa suatu hari nanti ia ingin menjadi pemain bola yang tersohor , sehingga kalau bisa sehebat Bambang Pamungkas , ia akan mengajak kami sekeluarga Ibadah Haji . Ah … sungguh mulia cita-citamu Ario.

Tapi lagi-lagi aku heran kenapa semuanya bersedih . Apakah mereka tidak suka dengan hadiah yang aku berikan itu . Tapi ngga mungkin ah . Toch kemarin saat aku memberikannya , semua nampak bahagia. Atau jangan-jangan mereka cuma ingin membuatku senang . Tapi mustahil , yang aku tahu mereka , keluargaku , adalah orang-orang yang tulus menerima pemberian , apalagi itu dari aku . Mereka orang-orang yang tulus dan enggan berpura-pura . Ingin aku menanyakan langsung . Tapi entah kenapa kakiku susah digerakkan . Aku kaku bagai es. Lagipula aku takut dimarahi ibu , soalnya aku tidak pulang semalam . Selama ini aku selalu pulang meski larut malam sekalipun . Oh … ibu ada apa ini ?

*

Balikpapan 22 Desember 2007

Sudah hari ke 2 , aku ngga pulang ke rumah . Aku takut penyakit Asma ibu kambuh gara-gara khawatir denganku . Tapi … aku juga bingung kalo ibu menanyakan kemana aku selama 2 hari ini . Alasan ke rumah Miana ngga mungkin , soalnya aku memang ngga ke sana selama 2 hari ini . Menemui Miana juga sulit , beberapa kali kudatangi ke rumahnya , dia tidak ada . Di kampus juga tidak ada. O iya biasanya Miana ada di Cafe Alista di kawasan Ruko Bandar . Segera aku bergegas ke sana dengan harapan bisa bertemu Miana . Syukurlah aku melihat Miana . Ia duduk sambil memegang buku di tempat biasa kami minum sambil menikmati mentari sore. Tapi ekspresinya kok sama dengan Ibu , Tia , dan Ario . Sebenarnya ada apa ini . Belum sempat aku menghampirinya , tiba-tiba ponsel Miana berbunyi . Tampak sekilas ia bertambah sedih dan mengucapkan Innalilahi , tapi siapa yang meninggal ? . Oh … mungkin salah satu keluarga dekatnya . Soalnya ia begitu sedih . Tapi pikiranku terfokus pada buku yang dipegangnya . Itu khan buku diaryku , tapi kenapa bisa ada pada Miana . Kucoba untuk mengejar dan mengikuti Miana yang tampak segera beranjak dari tempat duduknya .

*

Balikpapan , senja 22 Desember 2007

Kuikuti terus Miana , tapi jalan yang ia tuju seperti aku kenal . Ini khan jalan menuju ke rumahku . Miana mengetuk pintu . Tampak Ibu keluar , aku segera mendekati mereka dan bersembunyi . Terus terang aku masih takut , masih belum berani .

” Bu … selamat hari Ibu ya ” Ujar Miana

” Terima kasih Miana ” Jawab Ibu

Ups aku lupa hari ini ternyata tanggal 22 Desember , tanggal yang biasa diperingati oleh kaum wanita sebagai hari ibu . Biasanya aku membelikan kado yang special dan melarang ibu mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Ibaratnya meski cuma satu hari , aku ingin ibu istirahat dari tugas rutinnya itu . Aku ingin merasakan bagaimana hebatnya tugas seorang ibu . Dan aku ingin membalas jasa dan pengorbanan ibu , yang telah bekerja keras dan membesarkan anak-anaknya

” Ibu … maafkan Sina ya ” Gumamku dalam hati

” Bu … ikut aku ya ke RS Restu Ibu ” Ajak Miana.

Aku semakin bingung , kok Miana malah mengajak ibu bukan aku . Dan lagi-lagi aku jadi tambah bingung.

*

Malam yang kelabu , Balikpapan 22 Desember 2007

Warna cat putih RS Restu Ibu membuatku mual . Mencium baunya saja aku eneg . Aku paling benci yang namanya Rumah Sakit . Tempat ini yang telah merenggut Ayah serta Andri kakakku yang paling besar . Uh … sebenarnya aku sebal , tapi semua kutahan demi memuaskan rasa penasaran dalam hatiku . Ku ikuti terus langkah Miana dan Ibu , tapi kok malah ke kamar mayat . Dan kenapa di pintu depan ada beberapa pria berseragam coklat . Dan saat Ibu dan Miana berada di depan sebuah jasad , tangis pun pecah .

” Ibu yang kuat ya …. ” Ujar Miana memegang tangan ibu.

Saat ibu perlahan membuka kain yang menutupi jasad itu , seketika juga ia pingsan . Dan saat aku mencoba untuk melihat , bruk … lagi -lagi pandanganku gelap . Aku pingsan dan tak ingat apa-apa.

*

Balikpapan , 23 Desember 2007

Namaku Sina . Usiaku 21 Tahun tanggal 23 Desember ini . Kali ini aku mengenakan baju putih dengan Jilbab warna kontras . Dari cerita Miana aku tahu segalanya .

Hari itu tanggal 20 Desember 2007 aku yang mabuk berat dibawa ke rumah Sason . Aku dikerjai oleh mereka bertiga , aku memang tak menolak . Aku memang perempuan bayaran atau kasarnya aku memang pelacur . Tapi asal tahu saja , semua itu kulakukan demi keluargaku . Aku ingin membahagiakan keluargaku . Aku sudah bosan menjadi bahan hinaan dan olok-olokkan orang sekitar . Aku tak butuh belas kasihan , aku hanya butuh pengertian mereka . Aku ingin hidup layak . Apa mereka ngga punya hati nurani ya ? Harusnya di negeri yang tepo seliro ini , budaya gotong royong dan tolong menolong itu ada . Ini tidak , sekarang egoisme pada diri sendiri . Sudah hilang ras empati , perikemanusiaan , saling sayang menyayangi . Yang ada hanyalah Hedonisme , kanibalisme , konsumtif , liar tak terkendali , serakah dan egois . Gampang marah dan tersulut emosi . Ah …. kapan semua itu akan berubah .

Dan sebetulnya hari itu aku ingin berhenti dari pekerjaanku yang hina ini , Rohim menawarkan aku bekerja di hotel Syariah milik pamannya . Menurut cerita Miana , karena sudah dipengaruhi pil setan , Sonan dan ke 2 temannya tega membunuhku . Aku dilempar begitu saja di hutan pinggir kota . Dan menurutnya lagi mayatku ditemukan 2 hari kemudian , tepatnya tanggal 22 Desember , persis di hari Ibu .

Miana aku tidak ingat itu semua . Yang aku ingat sesaat sebelum menghembuskan nafas terakhir , aku masih sempat menyelamatkan seekor kelinci dari ular yang akan menerkamnya . Saat dibuang Sason nafasku masih ada. Meski lemah sekali .

*

NEGERI AWAN -AWAN

Ibu , Tia , Ario , Miana dan Rohim . Ternyata Allah maha baik . Beliau mendengar niatanku untuk bertobat dan menyelamatkan makhluknya dengan ikhlas . Kini aku bahagia sekali . Aku tidak mau memakai gelar itu lagi . Jangan panggil aku dengan nama itu . Panggil aku Sina . Jangan panggil aku pelacur .





MAWAR PUTIH RIO

26 12 2007

Bunga mawar itu bersemi lagi di taman kota Balikpapan . Rio menatap mekarnya bunga mawar berwarna putih bersih itu.

” Hm … kuharap hatiku juga seputih ini . ” Gumamnya

Rio teringat lagi peristiwa kemarin yang membuatnya kian patah hati dan merasa bersalah pada Lila, kekasih yang di pacarinya sejak 3 tahun yang lalu.

” Rio , aku ngga nyangka kamu bisa berbuat seperti itu sama aku , sungguh aku ngga nyangka sama sekali ” Ujar Lila nanar

Seolah bagaikan bongkahan es batu yang meleleh karena panasnya api yang membakar.

” Bukan maksud hatiku Lila , sebenarnya sudah lama ingin aku ungkapkan padamu , namun … ? ” Rio berhenti sejenak seolah-olah sedang mencari kata yang tepat. Read the rest of this entry »