bener ngga ya sesuatu dinilai dari hitam dan putih saja , atau ….

14 04 2008

Masih bingung nich , sebenarnya ngga kepengen hiatus , tapi saya harus mengedepankan kehidupan nyata saya barangkali

Aplikasi dari tulisan saya tentang silaturahmi dan berkumpul , Insya Allah saya akan pergi ke Aceh Selatan ke tempat kakak saya di sana , sudah lebih dari 4 tahun saya tidak ke sana.

Sempet juga nanya ama kakak , di sana ada fasilitas internet atau warung internet , soalnya udah kecanduan banget nich ngeblog , hobi nulis , kayaknya sehari aja ngga liat WP , kangen , meski kadang juga nda ngasih postingan baru . Ya dia bilang ada tapi di ibukotanya , agak jauh dari tempat kakak , jadi yang jelas kesempatan ngeblog juga menipis .Jadi mikir dech , egois sempet muncul , brarti kalo ngga ngeblog brarti pengunjung berkurang , ngga masuk BOTD , bakal sepi,ngga populer lagi.

Astaghfirullahalazim , aku beristighfar, ternyata aku cuma manusia biasa yang masih punya ego dan hawa nafsu. Lupa dech ama tujuan awal nulis, lupa sering banget menasehati orang tapi lupa nasehatin diri sendiri.

Merenung lagi dech jadinya ….

Jadinya cuma ada 2 pilihan yang muncul , hitam atau putih. bahwasannya aku sudah salah sudah mengambil jalan yang hitam , bukan jalan yang putih.

Sempet mikir lagi , apa emang segala sesuatu itu dinilai dari hitam putih saja ?

bagaimana dengan para blogger , emang hidup itu hanya ada 2 pilihan hitam dan putih ataua masih ada pilihan yang lainnya?

merenung lagi dech sama diri sendiri

bener ngga ya sesuatu dinilai dari hitam dan putih saja , atau ….

betapa naifnya saya ya , pintar menasehati tapi enggan melaksanakan , padahal saya khan sering menggembar gemborkan soal silaturahmi , eh begitu dengan silaturahmi dengan saudara kandung sendiri malah mikir gimana caranya ngeblog kalo ngga ada internet.

Maaf ya ternyata saya masih termasuk orang yang munafik , egois , arogan dan senang dipuji .

maaf ya …. saya cuma manusia biasa , kalo banyak orang bilang tempatnya alpa dan salah , tapi apa emang ngga mau belajar berubaha menjadi ngga salah atau emang terlalu ingin sampai akhirnya tak melakukan sama sekali.

mikri lagi merenung lagi

emang bener , silaturahmi dan keluarga adalah segala-galanya , ngga penting mau masuk BOTD , ngga penting mesti maksa-maksain posting baru kalo emang ngga ada ide , ngga ada bahan yang mau ditulis

aku mau belajar , belajar dan belajar

meski dengan berat hati aku masih bertanya juga

bener ngga ya sesuatu itu dinilai dari hitam dan putih , atau ….


Actions

Information

17 responses

14 04 2008
anastasia rajagukguk

Aceh selatan nya di mana? Singkil yah…. Khan udah bisa pake gprs. So, tenang aja… popularitas akan tetap tinggi hehe

Salam kenal🙂

di tapak tuan pak
terima kasih doanya ya pak
terima kasih sudah silaturahmi di sini lagi
sering3 ya , jangan bosan3

14 04 2008
bayuhebat

Ehmmm menanggapi pilihan. Hitam atau putih. yakin emang lawannya hitam tuh putih? atau lawannya putih itu hitam? yang saya tahu lawannya putih adalah bukan putih dan lawannya hitam bukan hitam. Bagaimana dengan abu-abu, merah , kuning, hijau. “Warna” yang lainnya kan memberikan makna sendiri dalam hidup.

Gak selalu hitam putih kok. Contoh berani bukan berarti tidak takut. Karena dari ketakutan muncul keberanian. Takut dan berani bisa muncul secara bersama. Ketakuan yang muncul dapat membuat kita menjadi berani dengan perhitungan bukan hanya asal berani tapi hancur

setuju banget dech ama pendapatnya mas bayu
kita semua emang harus berani mengambil keputusan , dan emang mengerti ada resiko yang akan di hadapi
makasih ya sudah silaturahmi di sini
sering3 ya mas , jangan bosan3 ya

14 04 2008
presty larasati

tau g kenapa islam itu indah? karena islam selalu berada di tengah2..🙂
g cuma hitam dan futih aja kok. alangkah naifnya klo kita cuma berfikir antara hitam dan futih..🙂
karena hidup itu penuh WARNA!!!
tul g, bang?😉
btw, salam ya buat keluarga di aceh selatan sanah..🙂

bener banget , ukhti . Islam memang indah , penuh dengan warna , makanya kewajiban kitalah untuk membuatnya terus penuh berwarna
Salamnya sudah saya sampaikan , salam balik dari keluarga saya
makasih ya , ukhti sudah sering2 silaturahmi di sini
sering3 lagi ya , jangan bosan3 ya

14 04 2008
eswee

Iya nih setuju ama ukhti pretty eh presty, kan Allah dah nyiptain sebegitu banyak warna. Semua warna itu bagus. Tapi dari semua warna itu bukankah putih adalah dasarnya. Campur aduk semua warna-warni itu menghasilkan hitam. Kalo tidak salah ingat waktu pelajaran mewarna dulu sich..hehehe Jadi gimana simpulannya. Ya putih itu awalnya..sekitarnyalah yang akan memberi warna apakah semakin putih, ato merah, ijo, kuning, biru ato hitam. Artinya apapun warnanya kita itu dasarnya putih, tapi sekitar kita mempengaruhi perubahan warna kita. Makanya perlulah kita saling ingat mengingatkan, saling nasehat menasehati agar putih semakin putih. Yang hitam tidak terus-terusan hitam selama sekitarnya masih peduli untuk mewarnainya putih kembali.

Aduh..ngomong apa ya aku.. Tadi kan pertanyaannya “bener ngga ya sesuatu itu dinilai dari hitam dan putih , atau ….” Kata Allah ngapain kamu bingung? Emang apa hak kamu menilai ciptaanku? (hihihi..takut ga ditanya gitu? ampun dech ya Allah) Biarkan Allah yang menilai warna kita…karena Dia pasti lebih tau.

By the way..Baginda rasul suka warna hijau loh… Tanya beliau aja kalo gak percaya.

Eh satu lagi..Kenapa sech jadi takut tidak populer lagi? Emang udah populer?
*wuzzz…ambil jurus halimun..kabur*

setuju banget ukhti , Terima kasih sudah memberikan nasehat dan saling berdiskusi di sini . semoga banyak manfaat yang kita petik . Iya Ya , saya baru tahu kalo baginda Rasul suka warna hijau .
eh iya , ya , astaghfirullahalazim , sombong banget ya , mentang2 banyak yang datang , aduh ngga nyadar nich , populer di bagian mananya ya saya ? ( istighfar lagi , makasih sudah mengingatkan )
terima kasih sudah silaturahmi di sini lagi
sering3 ya , jangan bosan3 ya

14 04 2008
rumahteduh

wah ..bahasanya warna ya…
assalamualaikum semua..
kalau dikaji dari bahasa warna, hitam dan putih itu bukanlah sebuah wana atau jenisnya. hiotam dan putih tidak kategori warna, ia hanya dasar.
tapi kenapa ukhti sekalian mengatakannya warna? saya juga tidak tahu. nah buat ukti fresti larasati, hidup yang penuh warna itu mungkin artinya pikiran. warna yang beragam adalah simbol dari pikiran yang beragam. dan keberagaman itulah yang harus kita hargai…bukankah begitu ukhti? bukankah ada yang tak bisa diseragamkan pada diri manusia?: PIKIRAN. salam…

bener , pikiran tidak bisa diseragamkan , jadi berbeda pendapat tentang hitam atau putih adalah warna , dan ada yang mengatakan dasar juga harus dihargai , berbeda , adalah hal yang wajar
terima kasih rumahteduh mau datang lagi
sering3 ya silaturahmi , jangan bosan3 ya

15 04 2008
Muhammad rachmat

Ya kadang setiap orang punya standar penilaian sendiri. Warna-warna yang ada suka dijadikan ciri atau citra. kalau saya suka (baju koko ) yang warna coklat, hijau tentara dengan (celana) warna hitam…🙂

Tulisan-tulisan diblog ini suatu saat bisa dibukukan…
itulah apa yang sedang saya lakukan terhadap posting-posting saya

bener , yang penting ada keselarasan dan keharmonisan warna ya to
Insya Allah , arahnya akan ke sana , doakan saya ya mas , saya juga mendoakan mas
semoga Allah mengabulkan doa kita semua
terima kasih sudah silaturahmi lagi di sini
sering3 ya , jangan bosan3 ya

15 04 2008
kabarihari

Saya pribadi lebih suka jika kita bisa tegas menilai hitam ya hitam, putih ya putih bukan mencari pilihan ketiga (abu-abu) karena segala sesuatu menjadi pasti. Tapi bisakah seperti itu?
ah nikmati & syukuri sajalah hidup ini😀

ya itulah , manusia , masing3 punya pilihan sendiri2 , saling menghargai saja , barangkali itu intinya
terima kasih ya sudah silaturahmi lagi di sini
sering3 ya , jangan bosan3 ya

15 04 2008
deen10february

bagi sy, hidup itu gak hitam dan putih, tapi yg jelasnya gak boleh ada abu2..hehehe, karena yg namanya abu2/syubhat harus dihindari :p..hehehe

iya juga ya , tapi namanya pilihan hidup , mungkin diserahkan pada yang memilih , biarkan Tuhan saja yang menilai
karena memang DIA yang berhak
Terima kasih ya sudah silaturahmi di sini
sering3 ya , jangan bosan3 ya

15 04 2008
yellashakti

segala sesuatu berawal dari niatnya mas said. kalau niat kita baik tuk silaturahmi, InsyaAllah Allah melancarkan urusan mas said. entah apa pertolongannya nanti. mana tahu tiba2 ada warnet buka deket rumah kakaknya… jangan pesimis menjalani hidup,,, positif thinking,,, Allah tau apa yang ada dalam hati…
dalam hukum perdagangan dan perniagaan syariah, silarurahmi itu akan melancarkan usaha, apalagi mas said sedang mau mengejar sesuatu kan…
so…lakukan sesuatu untuk orang lain,,,,lalu biarkan Allah yang memberi kebaikan dan kemudahan urusan untuk mas said…
salam sukses
Alhamdulillah , Allah mengabulkan doanya ukhti . Insya Allah memang benar , segala sesuatu yang diniatkan hanya karena Allah dan untuk kebaikan , Insya Allah akan dimudahkan jalannya
doakan saya terus untuk istiqomah ya ukhti
terima kasih sudah silaturahmi di sini lagi
sering3 ya , jangan bosan3 ya

15 04 2008
Koko

Ya, kalau misalnya putih ya putih, kalau misalnya hitam ya hitam, kalau biru ya biru dan kalau merah yang merah.
Yang jadi repot kan orang-orang yang memerahkan yang biru, dan membirukan yang merah, memutihkan yang hitam dan menghitamkan yang putih.

Semua hal di dunia ini memang punya banyak warna. Orang harus berhati-hati agar bisa melihat warna sebenarnya dari hal-hal di dunia.

benul , betul banget , saya setuju sekali pendapatnya pak koko , nyokkk kita sama-sama merenung , agar bisa melihat dengan jernih warna-warna indah di dunia ini
terima kasih ya sudah silaturahmi lagi di sini
sering3 ya , jangan bosan3 ya

15 04 2008
Donnie Yodha

Menurutku, ga ada sih yang namanya mutlak hitam atau mutlak putih. Misalnya buat ilustrasi… seorang pencuri maling makanan. Salah? Salah dong! Ternyata si pencuri nyolong buat ngasih makan anaknya yang udah 3 hari ngga makan dan bisa2 mati kelaperan. Masih salah? Hmm… tapi dia kan mestinya kerja buat ngasi makan! Lha ga ada kerjaan, ekonomi berantakan gara2 segelintir orang2 yang berkuasa bertindak sewenang2, bersikap ngga adil, bahkan korupsi. Kalo gini… si pencuri tadi masih salah? Kalo ngga salah, siapa dong yang salah? Apa semuanya salah? Hanya Allah yang tau ya… yang penting niat aja berbuat baik. Mau orang bilang apa, lanjut ajeee… uhuy.. Hitam? Putih? Abu2? Hajaaarr…😛

Salam kenal!

Alhamdulillah , itulah maksud dari postingan ini . Sesuatu harus dilihat dari berbagai sudut pandang sehingga menghasilkan keputusan yang obyektif tidak saklek
terima kasih sudah silaturahmi lagi di sini
sering3 ya , jangan bosan3 ya

17 04 2008
glorialimbong

Menurut aku keputusan untuk mengutamakan yang terutama itu udah benar.
Keluarga kita masing2 jauh lebih penting dari pada blog.
Jangan sampai gara2 blog kita mengabaikan keluarga kita.
Semoga niat tulusmu diberi jalan keluar oleh Tuhan..

Amin , mbak . semoga Tuhan memudahkan urusan . Dan memang sudah diberikan jalan keluarnya
terima kasih sudah silaturahmi di sini lagi
sering2 ya , jangan bosan3 ya

17 04 2008
maskun

Tulisan ini sepertinya 2 teman menjadi satu menurut saya. Tema pertama adalah masalah keikhlasan. Kalau yang ini menurut hemat saya adalah manusiawi, karena kita akan menemui titik dimana kita khilaf dalam beribadah jadi istighfar adalah obatnya.
Tema yang kedua adalah paradigma HitamPutih. Untuk masalah ini kita patut belajar pada yang namanya teknologi ‘fuzzy logic’ yang berarti kira-kira logika kacau. Teknologi ini sudah terdapat pada Air Conditioner yang sering kita lihat. Pada AC antara On dan Off terdapat suhu antara. Jadi ketika dinyalakan alat tersebut dapat diatur suhunya. Dari sini dapat diambil pelajaran, benda mati saja memiliki ‘suhu’ antara, yaitu diantara On (Putih) dan Off (Hitam) terdapat suhu lain (warna lain).
Sudah selayaknya manusia yang lebih mulia daripada AC harus mampu melihat warna lain, harus mau menerima warna lain. Wallahua’lam

bener banget pak , ikhlas dan melihat warna indah lain di dunia dengan kejernihan akal dan pikiran . semoga ada manfaaat yang bisa kita ambil
terima kasih sudah silaturahmi lagi di sini
sering3 ya , jangan bosan3 ya

17 04 2008
achoey sang khilaf

Hitam dan Putih adalah kiasan berlawanan
Yang harus dipikirkan justru bukan penilaian
Tapi nilai kita
Apa hitam, apa putih?
Jadi, hiatus sajalah bila perlu
Toh dunia blogger kan tetap ada untukmu🙂

terima kasih spiritnya kang , Insya Allah , ngga pengen hiatus lama-lama
semoga dunia blogger setia menerima saya
terima kasih sudah sering2 silaturahmi di sini
jangan bosan3 ya

18 04 2008
hanggadamai

kirain ngomongin diriku yang hitam manis:mrgreen:

wah … tapi bener kali ya mas nya hitam manis kayak saya ( bener ngga ya saya hitam manis juga ? he he he )
terima kasih ya sudah silaturahmi di sini lagi
sering3 ya , jangan bosan3 ya

18 04 2008
riza

setiap aktifitas hanya dinilai dari hitam dan putih alias dapat pahala apa dosa. bukannya begitu?

hem , mungkin benar , tapi alangkah baiknya kita mengerjakan aktifitas lebih kepada keikhlasannya sehingga tak lagi menilai dapat pahala atau tidak
setuju ?
terima kasih ya sudah silaturahmi lagi di sini
sering3 ya , jangan bosan3 ya

22 04 2008
sarahtidaksendiri

hehe….kayak lagunya Ada Band dech…atw lagunya Padi…(apaan sich, aQ ini?!) *geleng2 kepala*
‘hitam-putih’ Tuh dua warna yg sangat kontradiktif… Tapi yang namanya hidup, seperti warna hitam dan putih, tetap harus ada pilihan…

bener banget , saya setuju banget
hidup memang penuh pilihan , semoga pilihan yang terbaik yang kita pilih
terima kasih sudah silaturahmi lagi di sini
sering3 ya , jangan bosan3 ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s