mimpi yang indah

11 04 2008

Malam masih belum terlalu larut , mata ini juga belum mau diajak untuk tidur, padahal aku sudah ngantuk sekali . Hey … aku melihat sesuatu , sesuatu yang indah penuh cahaya dan mencerahkan sekitarnya.

Aku coba mendekati , aku tidak bisa melihat wajahnya , karena sinarnya yang sangat menyilaukan, hanya berpakaian putih bersih.

Dari isyaratnya , aku disuruh melihat ke sebuah pintu , lalu dengan perlahan terbuka.

Sekilas aku melihat perjalanan hidup yang aku lalui , mulai dari saat keluar dari rahim bunda , aku menyaksikan perjuangan bunda memberi kesempatan untuk melihat dunia fana yang luas ini . Tak terasa menitik air mata ini ,teringat kenakalan yang sering aku lakukan , membuat bunda selalu kesal dan membuat beliau resah. Sering membuat bunda menangis karena perbuatanku , bunda maafkan aku ya selalu saja membuat bunda sedih , marah dan kecewa , sementara aku tak pernah menghargai bunda dengan perjuangannya . Ayah yang kemudian masuk saat mendengar tangisan pertama yang keluar dari bibirku , menyambutku dengan tangis bahagia dan penuh keharuan , memelukku kemudian mengazankan dan mengikomatkan aku , memuji kebesaran Allah , mengenalkan aku pertama kali pada yang Maha pencipta , pemberi ruh dalam raga.

Seperti roda yang berputar dan terus berputar , kehidupan terus berjalan . Dengan penuh semangat , ayahanda bekerja dengan sekuat tenaga demi membahagiakan aku dan anak2 lainnya , bunda yang dengan penuh kesabaran selalu setia mengurus dan merawat kami anak2 nya , tak ada keluh kesah yang keluar dari bibirnya , tak ada penyesalan dalam hatinya , meski kadang harus mengalah apabila pendapatan ayah kurang dalam membeli makan sehari-hari.

Bunda , menetes lagi air mata ini , saat aku lihat bunda terpekur di atas sejadah saat tengah malam menjelang, meski lelah seharian , tapi tak putus-putusnya engkau selalu berdoa tengah malam , bangun dan mengingat pada Ilahi ,Rabb yang maha agung , bukan demi kebahagiaanmu engkau berdoa , bukan untukmu , tapi engkau berdoa demi kebahagiaan kami anak-anakmu , demi kesuksesan hidup yang kami jalani , bagimu itu adalah bentuk anugrah yang terindah dari Allah , anugrah terbesar melebihi yang lainnya . Bunda , Yanda betapa durhakanya aku sering lupa berdoa untukmu , aku malu bunda , sementara setiap denyut nadimu engkau selalu mendoakan kami .

Pun saat aku beranjak remaja , tak pernah engkau menunjukkan kekenduran semangat , meski usia sudah lagi tak muda. Demi pendidikan kami , kadang kau rela mengorbankan segalanya , termasuk mengorbankan hal yang paling berharga dalam hidupmu. Yanda , maafkan aku yang tak pernah menghargai saat engkau memutuskan mengambil pekerjaan yang paling kasar dan hina hanya demi menyelamatkan masa depan kami nantinya.

Saat ini , saat usiamu sudah tua , tak pernah sekalipun ada balas jasa yang diminta , hanya keikhlasan dalam hati yang kau tunjukkan.

Ayah , bunda , aku lihat rambutmu sudah mulai memutih , tulang kekar ayah juga sudah mulai pudar , wajah ibu juga sudah mulai keriput. Oh … ternyata waktu begitu cepat berlalu tanpa di sadari , aku takut terlambat yanda , bunda.

terlambat untuk selalu minta maaf pada bunda dan yanda , takut tak bisa memberikan yang terbaik pada yanda dan bunda . terlambat untuk selalu bersyukur dan berbakti pada bunda yang masih hidup sekarang.

” Nanda sayang , hidup ini singkat , penuh liku , penuh masalah , penuh intrik, penuh dendam dan yang jelas hanya semu , maya dan fatamorgana. Hadapi dan lawan dengan keikhlasan , kesederhanaan , pengabdian yang tulus , berbagi pada sesama , bertoleransi , menghargai waktu singkat yang diberikan , menjaga ucapan dari hal-hal buruk , apalagi membicarakan dan mengomentari aib orang lain , jangan suka dipuji , terimalah kritikan dengan lapang dada, sabar , jangan cepat marah , redam emosi , dan yang jelas kembalikan saja semuanya hanya kepada Allah SWT yang menciptakan kita , dekatkan diri pada-NYA, mengadukan semua persoalan kita pada-NYA, selalu berdoa dan jangan pernah sombong untuk meminta , Insya Allah kebahagiaan di dunia dan akhirat akan kau temui ”

Bunda berkata menasehati aku , kemudian tangannya menunjuk ke arah kanan , aku lihat suatu pemandangan indah . Insan yang saling hidup berdampingan dengan rukun penuh toleransi , persaudaraan yang direkat dengan tali maaf , cinta kasih , perhatian dan pengertian . Tidak ada kedengkian , iri , ketamakan , pengkhianatan , ambisi , perang , saling menutupi aib saudara . Hey … aku melihat beberapa famplet yang bertuliskan seperti ini

” Dilarang saling emosi , marah dan dendam ”

” Kawasan berbusana rapi , sopan dan tertutup agar tak ada zina yang melebar dan marak ”

” Senyumlah pada saudaramu , berbagi dan saling bersilaturahmi untuk menebarkan rahmat dan kasih sayang ”

” Dilarang keras mengambil hak orang lain , mengganggu kenyamanan orang lain , membicarakan aib orang lain ( dilarang keras bergosip ) ”

” Kawasan bebas minuman keras , perjudian ”

” Kawasan khusus perempuan , khusus laki-laki , perempuan dengan muhrimnya ”

” Hargailah perempuan dengan setinggi -tinggi penghormatan ”

” Jangan lupa untuk menyisihkan waktu berdoa , merenung dan bertafakur pada zat yang maha tinggi ”

” Kawasan bebas perbedaan , saling menghormati perbedaan dan bertoleransi ”

” Ayo jangan lupa membaca , menulis , dan menggali ilmu yang tersirat dan tersurat , isi waktu dengan kegiatan yang berguna dan bermanfaat , jangan sia-siakan waktu ”

” Ingat , setiap dua bulan sekali , ada silaturahmi ke panti asuhan , panti jompo , panti sosial , rumah sakit untuk mengingat rasa yang dialami oleh makhluk sosial lainnya ”

” Jaga hutan dan lingkungan hidup sekitar agar bisa awet sampai nanti dinikmati oleh generasi berikutnya ”

” stop perang , mari lestarikan perdamaian ”

Aih… damai nya , rasanya aku betah dan tak ingin kembali , aku ingin di situ .

Lalu aku lihat lagi , bunda dan yanda mengenakan sayap , terbang tinggi menuju sinar keabadian di puncak keikhlasan dan pengabdian yang tertinggi .

” Bunda , yanda ….. jangan pergi , jangan tinggalin aku ” …. tapi bunda dan yanda sepertinya tak mendengar , mereka terus pergi

” nak… bangun …. ayo bangun”

aku kaget , aku lihat bunda dan yanda sudah ada di sampingku , cahaya yang tadi menyilaukan sudah menghilang

” Ayo.. lekas sana cuci muka , mandi dan ikut bunda dan yanda ke mesjid , sebentar lagi azan sholat subuh akan berkumandang ”

Aku memeluk yanda dan bunda , aku tak ingin tak ada kesempatan lagi untuk memeluk mereka

oh … yang tadi ternyata

aku cuma mimpi

mimpi yang indah

( bunda , yanda … terima kasih atas semua jasa dan pengorbanan tulus yang telah kau berikan , semoga tempat yang pantas akan diberikan oleh Rabb kepadamu , syurga yang indah , syurga yang luas , syurga yang penuh nikmat , Ya Rabb , bahagiakanlah mereka , sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi aku sejak kecil , ampunilah semua dosanya , berikanlah mereka tempat yang layak di sisiMU , amin)


Actions

Information

6 responses

11 04 2008
yellashakti

subhanallah….
isi sebuah tulisan adalah buah pemikiran yang berasal dari pengalaman berharga. tulisan yang ditulis dari dalam hati dan sepenuh jiwa berasal dari kejadian yang mengendap dalam alam bawah sadar. Berbahagialah yang pernah dilimpahi kasih sayang orang tua. apapun yang dulu pernah orang tua lakukan, kita wajib membalasnya dengan kebaikan.

Amin , setuju banget sama pendapatnya mbak , nyokkk kita lebih menghargai dan mengasihi orang tua kita apapun mereka , setuju ?
makasih ya sudah silaturahmi lagi di sini
sering3 ya mbak , jangan bosan3 ya

12 04 2008
shaffiyah

terharu

hikhik…..

Banyak merenung nyukkkk
makasih ya sudah silaturahmi di sini lagi
sering3 ya , jangan bosan3 ya

12 04 2008
riza

itu negeri di awankah? atau negeri dengan Islam tegak di atasnya?
penggambaran yang good….

inginnya , itulah negri Islam di masa depan . setuju ?
makasih ya sudah silaturahmi di sini lagi
sering3 ya , jangan bosan3 ya

13 04 2008
eswee

Bikin nangis dech tulisannya. Tulisan renungan yang indah dan menyentuh. Alhamdulillah kita sama2 masih lengkap orang tua yang tak bosan-bosan mengingatkan, membimbing, melindungi dan mencintai kita. Gak kebayang dech saudara-saudara kita yang berjuang tanpa ortu. Mudah-mudahan kita dan keluarga selalu dikuatkan iman ya. Amin

terima kasih mbak , semoga kita saling mengingatkan
terima kasih sudah silaturahmi di sini
sering3 ya , jangan bosan3 ya

14 04 2008
JoEy D`JuVe

*sujud kepada ayah dan ibu*

nyokkk sama-sama mencintai ayah dan ibu kita
terima kasih sudah silaturahmi di sini
sering3 ya , jangan bosan3 ya

15 04 2008
ipeh

waaaah…..menyentuh kalbu….hehehe itung2 jd ikut bercermin diri niy…..

amin , semoga kita semua banyak merenung ya
terima kasih sudah silaturahmi di sini lagi
sering3 ya , jangan bosan3 ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s