ku bicara pada angin

28 02 2008

Lembut menghantam wajah ini

sejuk bagai oase di tengah padang pasir

tapi bingung , mesti bertahan atau ikut arus

pilihan , atau bukan

stress , pelik , empet , eneg

suka bingung dan memang teramat bingung

sejak kapan aku perduli sama pujian

sejak kapan aku percaya sama prediksi orang

sejak kapan aku merasa paling bersih

sejak kapan aku ngerasa pantas masuk surga

aku bicara pada angin

aku bertanya pada angin

masih pantas aku merasa begitu

masih pantas menerima pujian orang

aku lelah , aku capek

aku cuma mau jadi manusia biasa

saat ini

aku cuma mau

ku bicara pada angin


Actions

Information

One response

11 04 2008
theana

assalammualaikum.wr.wb
wah bagus banget puisinya, aku juga pengagum puisi loh.
buat pengarangnya, teruslah berkreasi, ciptakan puisi-puisi yang bernuans islami.

Waalaikum salam wr.wb
syukron ukhti/akhwat
terima kasih doanya , semoga dikabulkan oleh Allah SWT
makasih ya sudah silaturahmi di sini
sering3 ya , jangan bosan3 ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s