ketika aku sadar …

9 02 2008

Matahari indah bersinar di langit biru nan megah

Kicau burung begitu agung bernyanyi di antara mega

Gunung – gunung tunduk mengangkasa di atas laut biru

seolah sedang memuji kekuatan agung Maha Dasyat

Beribu insan , menyeruak tajam di antara tanah yang mengering

Indahnya panggilan , tiada yang perduli , seolah lupa

Fatamorgana dunia begitu menyilaukan

menyilaukan hati yang bukan milik kita

Ketika itu … aku sadar…

ketika itu … aku cuma terpekur

Saat alam tak lagi bernyanyi indah

tatkala bumi bergerak dengan gerak yang masih bermikro kecil

gunung yang batuk karena polusi

Air yang mencari tempat untuk berteduh

Lumpur yang kehilangan tempat bernaung.

Ketika itu … aku sadar

Aku sadar ya Allah , aku sadar aku lemah , kami lemah

Aku sadar , aku daif

namun , masih ada kah surga di hati ini

masih ada kah rahmat – Mu yang menaungi

ketika aku sadar …


Actions

Information

7 responses

9 02 2008
febrian

wah mas, puisinya lebih bagus dari punya saya…

kadang memang merasakan betapa kita lemah dan susah menyampaikannya dalam kata2 yang bukan sebuah keluhan, bagaimana menyampaikan untuk mendorong kekuatan hati kita untuk bergerak…

terima kasih banyak , semua puisi itu indah kok , karena masing – masing punya kekuatan . Yang penting terus berusaha dan menulisnya melalui hati , Insya Allah dapat . terus berkarya ya , Insya Allah pujian ini membuat saya untuk terus sadar dan berkarya dengan sebaik – baik nya. terima kasih sudah silaturahmi di sini , sering – sering silaturahmi ya

9 02 2008
bangzenk

let’s do something better for our life.. when you “come back” from your dream, let’s wake up and make your dream came true.. do the best, at least you will not losing anything..

kind regards,

Thats true , lets star a better life and begins from our selves first . I hope not long time sleep and dreams. Thank for visiting my blog , always visit ya …
kind regards too

10 02 2008
'K,

nice,sederhana,mengena

terima kasih sudah mampir dan memberi komentar , sering – sering mampir ya

10 02 2008
Cabe Rawit

Ane rasa puisi-na udah mau sejajar ama karya Taufik Ismail, Acep Zam-Zam Noor dan Chairil Anwar…🙂

Terimakasih, mau ane print terus ane pajang di dinding kamar… 8)

wah.. saya jadi malu nich , soalnya saya ngerasa masih punya kekurangan , saya terharu kalo anda menyandingkan dengan penyair – penyair besar , padahal saya bukan apa – apa , dan belum apa -apa . Tapi apapun itu saya menghargainya , semoga bisa memacu saya untuk terus maju . terima kasih ya sudah silaturahmi lagi . saya ijinkan untuk di print dan di pajang di kamar semoga menjadi manfaat

15 02 2008
jumawa

jangan cuman sadar duank terus meratap menyadari segalanya

gyakakakakak😆

Iya , ya . terima kasih sudah diingatkan
Terima kasih juga sudah mampir , sering – sering silaturahmi ya

1 03 2008
lakhsmi

numpang baca ya mas puisinya tapi jangan takut ada penghargaan untuk puisi anda ini lakhsmi on air kan di radio.

Alhamdulillah , terima kasih atas penghargaannya mengon air kan puisi ini , tapi maaf di kota mana ya ?
makasih sudah silaturahmi di sini
sering – sering ya , jangan bosan

7 08 2012
novelia

puisi nya bagus aku kan disuruh baca puisi islam ini mudah banget dihafalin klo disini gk ada gambar jorok nya bagus deh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s