Takdir ato Ramalan

29 01 2008

Sepertinya kata ini akan terus jadi bahan yang hadir di antara kita . Sesuatu yang buat sebagian orang adalah hal penting sebelum memulai sesuatu . Saya pun mungkin termasuk di dalamnya . Seperti kata seorang teman bahwa dalam beberapa bulan lagi saya akan punya pacar . Rasanya seger banget , ibaratnya dahaga kejombloan saya akan sirna . Tapi benar demikian ?

Menurut keyakinan yang saya anut , hidup yang kita jalani sudah punya suratan tangan , nasib atau takdir yang ditentukan.

Nasib atau takdir itu menyangkut , jodoh , nasib sial , umur , rezeki , dan peruntungan yang sudah disepakati .

Lalu kalo demikian , ngapain kita susah – susah mikirin hidup saya , toch semua sudah ada yang ngatur . Sempet berpikiran demikian . Cuma aku mikir lagi , masa sesimple itu ? pasti ada sesuatu .

Ngga sengaja ketemu ama seseorang yang bisa ngeramal nasib , itu berdasarkan pengakuannya . Untuk hal – hal yang baik sempet geer juga sich , tapi begitu mendengar hal – hal yang buruk , langsung dech apriori dan ngga percaya sama ramalan .

Jadinya sekarang aku mikir , yang dipercaya itu takdir ato ramalan ?

Banyak juga yang bilang , takdir itu bisa dirubah dengan doa , dan lainnya , Intinya takdir bisa dirubah ?

Hmm , aku malah semakin tambah bingung , lalu kalo emang bisa berubah , trus kenapa yang Maha Pencipta , repot – repot mengatur jalannya hidup suatu makhluk mulai dari hidup sampe mati ? kenapa juga Tuhan menciptakan makhluknya itu ngga semuanya beriman ? Artinya bisa saja khan Tuhan menciptakan takdir yang baik sama makhluknya.

Teringat lagi sama Nabi pertama Nabi Adam yang takdirnya harus berbuat salah dan keluar dari surga , takdir bahwa dunia ini akan berakhir .

Lalu jikalau memang Tuhan yang Maha Kuasa , terus kenapa ada tukang ramal yang kadangkala ramalannya benar ?

Aku semakin bingung , keyakinan rada – rada goyah.

Sampai suatu saat aku putuskan bersimpuh dengan seikhlas hati meminta jawaban pada Yang Maha Agung.

Lewat sebuah badai terpaan dalam hidupku , kenyataan di mana aku harus menjalani suatu fase takdir yang sama sekali tak terpikirkan olehku , dan tak ada yang meramal aku akan seperti itu ( atau barangkali karena emang ngga ketemu sama mama laurent atau ki joko bodo yang konon khabarnya ramalannya selalu tepat ? cuma yang jadi pertanyaan yang menggelitik di diri aku , kalo emang ramalannya jitu , bisa ngga ya mereka menebak hari kematian mereka sendiri ? )

Aku melihat sejago apapun itu ramalan , tetap ada yang menentukan , Dialah yang paling Berhak.

Dan inti dari takdir sendiri adalah sesuatu yang memang harus kita jalani , namun Tuhan emang sayang sama hambanya , sekalipun sudah ditentukan takdirnya , IA masih memberi kesempatan kita untuk merubah takdir tersebut .

Tuhan adalah yang paling adil , paling rahmat , paling pemaaf dan segala-galanya .

Disaat kita semua melupakan DIA , tapi kita tak pernah dilupakannya . IA dengan kasih sayang masih memberi kita rezki , masih memaafkan kita , masih menyayangi kita.

Masih bersabar hati dengan kelakuan kita .

Jadi masihkah kita bermalas – malasan , pasrah menerima takdir yang kita punya , atau percaya dan menyerahkan perhitungan nasib kita sama orang yang mungkin ngga bisa melihat takdir dan umurnya di masa depan .

Tapi balik lagi , mengenai takdir dan ramalan adalah hak setiap individu , tanpa bole digugat oleh siapapun. Ngga munafik sich kalo saya juga kadang masih percaya sama ramalan .

Hmm , setidaknya sekarang saya lebih berusaha untuk bisa mulai merubah takdir saya dengan usaha dan doa agar menjadi lebih baik lagi , ramalan setidaknya bagi saya adalah harus selalu eling , waspada dan menyerahkan segala sesuatunya kembali kepada yang punya .

Kembali pada TUHAN

Well terserah mau percaya takdir ato ramalan , mau merubah takdir ato pasrah pada nasib .


Actions

Information

3 responses

1 02 2008
bening1

Kalo boleh kasih masukan,
Lebih baik tidak mengikuti sebuah ramalan,krn telah byk ayat Al-Quran yg menyatakan itu adalah bagian dr syirik,bahkan siapa yg mendatangi dukun untuk mengetahui ramalan tsb tdk akan diterima ibadah sholatnya oleh Allah.

Saya punya sepenggal doa utk menyikapi sebuah takdir spy saat kita diuji dg musibah,kita tetap tabah,tegar dan sabar.
Ya Allah,aku tidak ingin mempercepat apa yg Engkau lambatkan,dan aku tidak pula ingin memperlambat apa yg Engkau segerakan. Aku serahkan diriku,hartaku dan agamaku padaMu.Amin..

Saya tidak tahu apakah doa ini baik jg utk anda,tp sejauh ini,doa itu byk membantu saya,ketika badai menghantam,yg seharusnya diri saya roboh tetapi msh sanggup bertahan atas IjinNya.

Moga2 bermanfaat pesan yg sedikit ini.

makasih banget atas doa yang diberikan ya mbak , Insya Allah akan di aplikasikan secara nyata . Juga atas sarannya , dan thanks juga atas kunjungannya lagi .

3 02 2008
bayuhebat

kalo menurut saya ada dua hal disini. satu itu masalah takdir yang tetap dengan yang bisa diubah. Menurut hemat saya masing – masing orang emang sudah ditetapkan rejeki umur dah jodohnya. Biasanya jadi bahan becandaan saya dan teman – teman “rejeki dan jodoh emang ditangan Tuhan tapi kalau gak diusahakan untuk diambil ya tetep ditangan Tuhan”.

Banyak diantara kita yang terlalu pesimis dengan apa yang terjadi pada dirinya mereka bilang “kalau udah takdir mau diapain lagi”. Mereka seakan memandang rendah diri mereka dan Tuhannya. Kenapa gak beranggapan bahwa rejeki yang sudah ditetapkan Yang Maha Kuasa itu lebih luas dibanding langit dan bumi (bukan kah Ia Maha Besar dan Memberi -yang baik baik-). masalahnya kitanya mau usaha sampai dimana.

Intinya meski takdir itu sudah ditetapkan , minimal ada usaha dan doa untuk merubahnya . Tuhan khan maha pengasih lagi maha penyayang . makasih ya atas silaturahminya lagi

7 11 2012
Merlina Agustina

Takdir ada 2 :
1. Takdir yg tidak dapat berubah
– Tua & mati > smakin lama hidup/diberi kehdupan maka pasti akan smakin menua,dan PASTI mati entah kapan.
2. Takdir yg BISA berubah
– rejeki,waktu/saat mati/umur,jodoh,bala
rejeki adalah takdir yg bisa berubah banyak hal penyebab brubahnya rejeki seseorang,
ex; barang siapa memperbanyak Istigfar maka akan diampuni dosanya,dilapangkan urusannya,
barang siapa memperbanyak silaturahmi maka akan dtambahkan rejekinya,ditambahkan UMURnya..
barang siapa bersedekhah maka akan ditambahkan REJEKINYA..

seumpama ditakdirnya rejekinya sekian sekian tapimseorang hamba berusaha dan berdoa dengan amalan” tdi yg dijamin oleh Allah dan itu janji Allah yg tak pernah mengingkari janjinya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s