MAWAR PUTIH RIO

26 12 2007

Bunga mawar itu bersemi lagi di taman kota Balikpapan . Rio menatap mekarnya bunga mawar berwarna putih bersih itu.

” Hm … kuharap hatiku juga seputih ini . ” Gumamnya

Rio teringat lagi peristiwa kemarin yang membuatnya kian patah hati dan merasa bersalah pada Lila, kekasih yang di pacarinya sejak 3 tahun yang lalu.

” Rio , aku ngga nyangka kamu bisa berbuat seperti itu sama aku , sungguh aku ngga nyangka sama sekali ” Ujar Lila nanar

Seolah bagaikan bongkahan es batu yang meleleh karena panasnya api yang membakar.

” Bukan maksud hatiku Lila , sebenarnya sudah lama ingin aku ungkapkan padamu , namun … ? ” Rio berhenti sejenak seolah-olah sedang mencari kata yang tepat.

” Namun apa ? sampai sejauh ini Rio. Sakit tahu , sakit rasanya ! ”

Kali ini Lila tak dapat lagi menahan emosinya. Tampak butir-butir air mata menitik di pipinya . Rio mencoba meraih tangan Lila , namun segera di tepisnya . Lila beranjak dari tempat duduknya beralih ke jendela dan memandang keluar. Rio semakin merasa bersalah karenanya , ia semakin terpuruk dalm kesedihan dan keputusasaan.

” Rio …” Lila menghela nafas , masih dengan tetesan air matanya.

” Kalau saja kamu mau berterus terang padaku. Kalau saja kamu mengatakan yang sebenarnya tentang keadaanmu. Mungkin tidak harus seperti ini. ” Lanjut Lila

Rio hanya diam tergugu , seolah kebingungan untuk berkata-kata.

” Sudah 3 tahun Rio , apakah hubungan yang kita jalani selama ini ngga ada artinya sama sekali buat kamu ? ” Tanya Lila lagi

” Sungguh Lila , justru karena aku menghargai hubungan kita ” Kali ini Rio menjawab.

” Maksud kamu ? ” Tanya Lila dengan nada agak sedikit meninggi.

” Aku … ngga ingin nyakitin kamu , karena aku tau ini bakal nyakitin kamu banget . Aku menunggu saat yang tepat Lila . ” Jelas Rio

” Waktu yang tepat Rio ? Segalanya sudah terlambat dan memang aku sekarang sakit hati . sekali lagi Rio , aku sakit hati sekali . ” Tegas Lila.

Lama keduanya terdiam , masing-masing berjibaku dengan perasaannya.

” Ok .. Rio , kita putus ! Jangan pernah datangi aku lagi . Semuanya sudah berakhir bagiku. ” Lila kemudian bergegas meninggalkan Rio. Refleks Rio memegang tangan Lila untuk menghentikannya dan lagi-lagi ditepis .

” Lila , please ? Dengarkan aku dulu . ” Pinta Rio

Namun Lila tak mendengarnya , ia terus saja berlalu.

” Lebih baik kamu pilih dia Rio , aku berdoa yang terbaik untuk kalian berdua ” Ujar Lila sebelum pergi menghilang.

*

Rio masih menatap bunga mawar putih itu.

” Oh … Lila , seandainya saja mengungkapkan hal itu semudah membalikkan telapak tangan , pasti sudah aku lakukan dari dulu . Tapi ini , sesulit meraih angin dan meletakkannya pada tangan. Bagaikan memahat di atas air . Aku mencintai kalian berdua . Naif memang . Namun itulah realita dan kenyataan yang ada. Aku menjalani dua rasa yang berbeda . Sungguhpun demikian , jauh di dalam lubuk hatiku , aku tak mau dengan keadaan ini . Tapi , aku tak berdaya Lila . Pesona kalian berdua sungguh memikat hatiku , menjebak aku untuk melakukan hal ini . Lila … jangan biarkan aku sendiri lagi , kesepian lagi ” gumam Rio lirih .

*

Lila tak kuasa menahan emosinya saat ia melihat Rio dengan seseorang sedang bermesraan. Sebenarnya ia sudah lama mendengar gosip tak sedap tentang Rio dari teman-temannya . Tapi sepertinya ia hanya menganggap angin lalu. Sampai saat kemarin ia membuktikannya sendiri. Ia yang ada keperluan dengan Rio mendatangi rumah kosnya , kebetulan pintu tidak dikunci. Lila yang sudah terbiasa masuk , segera mencari Rio. Dan ia sangat kaget saat melihat Rio sedang berciuman dengan seseorang yang sangat dikenalnya . Seseorang itu yang sahabatnya sendiri. Lila cuma tercekat saat itu . Emosinya tak terkendali dan ia bergegas meninggalkan Rio . Sedang Rio cuma melongo kaget dengan kejadian yang ia tak harapkan itu . Dan ia tak sempat mengejar Lila , sampai akhirnya bertemu kemarin setelah sekian lama ditolak untuk bertemu. Tapi Rio lago-lagi kecewa dengan sikap Lila. Namun apa mau dikata , karena Rio sadar akan perbuatannya.

*

Bunga mawar putih itu masih bertengger gagah di tangkainya. Dan Rio masih saja memandangnya . Lalu terbersit di hatinya untuk memetik bunga mawar itu.

” Jangan Rio … biarkan bunga itu ! ”

Tiba-tiba ada suara yang menghentikannya . Refleks ia kaget dan menoleh ke belakang mencari suara siapa itu . Ternyata itu suara Lila dan dari belakangnya ada Ferdi yang menyusul.

” Lila … Ferdi …. ” Ujar Rio pelan sambil melihat pada Lila dan Ferdi.

” Darimana kamu tau aku ada di sini ? ” Tanya Rio lagi.

” Aku ingat kamu pernah bilang kalau lagi sedih atau ada masalah pasti kamu akan lari ke sini ” Jelas Ferdi.

” Lalu tentang itu …. ” Rio menghentikan kalimatnya.

” Ya Rio , aku sudah menjelaskan semua pada Lila ” Terang Ferdi

Kelu rasanya lidah Rio , dan ia tak sanggup berkata.

” Awalnya Lila ngga mau ngerti Rio , namun aku juga tak patah semangat karenanya .” Lanjut Ferdi lagi.

” Tapi … Lila , apakah kau memaafkan aku ? ” Tanya Rio lagi.

” Untuk saat ini belum Rio , aku masih belum bisa memaafkan kamu. Rasanya duri itu masih melekat dan melukai hatiku ” Jelas Lila , pandangannya dialihkan pada bunga mawar putih.

” Aku hanya berharap , pilihan yang kau pilih adalah yang terbaik untukmu Rio . Lila sadar ini adalah persoalan hati , dan hati atau cinta bukanlah sesuatu yang bisa dipaksakan. ” Tegas Lila lagi

Kali ini Lila berusaha tampak tegar.

” Kau benar Lila , aku sebenarnya lelah sekali bersembunyi di balik topeng kemunafikan ini . Dan sebenarnya aku ingin mengatakan hal ini padamu sejak dulu lagi , namun aku ngga punya keberanian itu Lila . Setiap aku memandang wajahmu , dan ingin bicara padamu , entah mengapa lidahku kelu jadinya ” Jelas Rio seolah ingin membuat pernyataan membela diri.

” Jadi intinya Rio , aku memilih untuk tetap mengakhiri kisah kita , aku merelakan kamu untuknya ” Tegas Lila.

” Aku mengerti Lila , maafkan aku Lila. Aku sadar aku bukanlah manusia yang sempurna , dan tak mungkin sempirna seperti yang kau minta . Maaf Lila , aku sudah berusaha merubahnya sejak kita berpacaran dulu . Namun ternyata aku tak bisa ” Kali ini Rio tak sanggup menahan kesedihannya . Air matanya mulai jatuh.

” Aku mengerti Rio. Dari penjelasan Ferdi , aku tau betapa sulitnya kamu untuk berubah . Betapa gigihnya kamu berjuang untuk bisa tulus mencintai aku ” Jelas Lila.

Tiba-tiba Ferdi memeluk Rio , karena dia melihat Rio sedang down sekali.

” Lila , terkadang cinta tak pernah bisa kita mengerti . Ia datang dan pergi tanpa diminta. Ia seperti misteri yang tak terpecahkan . Aku lelah Lila berada dalam kesendirian , kehampaan. Aku ingin mendapat cinta sesuai keinginanku , tanpa air mata , tanpa kesedihan , dan tanpa kemunafikan. Aku ingin bisa dengan bebas mengekspresikan perasaan hati ini . ”

Dan saat inipun Rio tampak tak kuasa menahan air mata , cuma nuansanya agak berbeda . Rio bisa menumpahkan beban di hatinya meski hanya sedikit saja.

” Dan Lila , aku menemukan itu semua pada Ferdi . Pertemuan yang tak disengaja saat pesta ulang tahunmu yang lalu. Seperti ada pesona ketertarikan di antara kami Lila. Terus terang saat itu juga aku telah merasa bersalah padamu. Ferdi punya segalanya yang kucari selama ini , figur yang selalu aku impikan . ” Saat ini Rio sepertinya sudah tak malu-malu lagi mengungkapkan rasa dan jati dirinya. Lila hanya bisa menangis sedih menghadapi kenyataan pahit seperti ini .

” Maafkan aku Lila , kalau aku seorang … ” Rio seperti tercekat melanjutkan kata-katanya.

” Maafkan kami Lila , kalau kami adalah pasangan gay ” Tegas Ferdi tanpa malu-malu lagi dan ia menggenggam mesra jemari Rio untuk memberi semangat.

Sedang Lila cuma bisa menangis lagi , namun ia juga tak bisa berbuat apa-apa. Rio dan Ferdi kemudian merangkul Lila, sepertinya mereka tahu betapa hancur hatinya.

” Lila aku berharap kamu akan menemukan cintamu yang abadi , yang lebih bisa mencintaimu. Tanpa kemunafikan , tanpa kebohongan ” Bisik Rio memberi Lila semangat.

” Trims Rio … aku rela melepasmu karena besarnya rasa cintaku padamu. Terus terang kamu ydah ngasih aku kenangan yang terindah selama 3 tahun ini . Toch cinta itu tidak harus saling memiliki khan ? ” Ujar Lila yang sepertinya sudah mulai bisa menerima keadaan.

” Kadang kenyataan dengan cerita yang ada tak sesuai harapan ya Lila. Mimpi tak selalu jadi kenyataan. Mendung juga tak selamanya kelabu . Tapi hidup harus tetap berjalan khan ? ” Ujar Ferdi lagi yang di sambut anggukan Lila dan Rio.

Sinar lembut mentari sore menerpa ketiganya . Dan bunga mawar itu seperti menjadi saksi kisah romansa yang terjadia antara Lila, Rio dan Ferdi.

BUNGA MAWAR PUTIH RIO


Actions

Information

6 responses

27 12 2007
realylife

Cerita ini bukan plagiat atas karya siapapun. Seperti makna cinta yang ditafsirkan berbeda oleh semua orang . Dan saya punya cerita sendiri tentang hal yang saya tuliskan ini . Biarlah Arisan , coklat stroberry , mewarnai kisah mereka yang merasa minoritas . Dan saya menulisnya dengan gaya saya sendiri. Semoga bisa menghibur . Kritik dan saran bisa dikirim ke email saya dyandrawicaksono@yahoo.co.id

12 01 2008
Arsyad Salam

Salam kenal yaa

13 01 2008
realylife

sama-sama
makasih ya udah berkunjung ke blog saya ini

22 01 2008
yulli

pertama maaf, kalau bukan pujian yang saya berikan.
kedua rasanya naif sekali, anda seolah memberi ruang gerak untuk jalan laknat ALLAH.
Ketiga bukan sedikit tema yang sederhana yang bisa anda angkat untuk membuka jalan kebaikan bagi diri anda sendiri.
keempat jangan gunakan salam jika itu tidak pada tempatnya.
kelima mohon tidak tersinggung dengan kritikan ini jika anda memang penulis yang berjiwa besar.

terima kasih mbak . saya malah berterima kasih dengan kritikan yang anda berikan . Manusia memang selalu ada kekurangan . Saya menulis dari hati saya , dan saya ingin semua membaca , tanpa melihat dia siapa . Ini adalah tema yang mungkin memang dilaknat oleh Allah , namun saya melihat juga ada sisi manusiawi , dan mungkin masih jadi perdebatan di antara mereka sendiri . Memilih sesuai nurani atau jalan lurus yang diberikan oleh Allah . dalam cerpen ini saya ingin menggugah kejujuran dalam hati kita tentang pilihan , terlepas dari baik buruknya sesuatu. Saya senang mbak dikritik , itu membangun saya untuk ke depan bisa membuat tulisan yang lebih baik lagi . Kritikan bagi saya adalah opini jujur dari pembaca .
kalo ngga ada kritikan dari pembaca yang nota bene adalah yang baca , maka untuk apa ada tulisan.
terima kasih atas kunjungannya . sering – sering mampir dan bersilaturahmi , masih banyak tema dan tulisan lainnya

22 04 2008
alyn

Anda tidak tau betapa tulisan yang anda buat seolah memberi dukungan kepada mereka yang terang2an atau secara sembunyi melakukan maksiat tsbt, semoga anda mengerti dengan apa yang anda lakukan dan bisa mempertanggung jawabkannya kelak di alam sana jika anda adalah manusia yang masih punya agama.

Insya Allah . Terima kasih sudah mengingatkan saya . Maaf saya hanyalah manusia biasa , terlepas dari hasil negatif nantinya , saya menyerahkan pada Allah semata . Untuk menyadarkan bukan dengan jalan kekerasan , tapi kita juga harus empati mengerti permasalahan yang mereka hadapi , dan jangan selalu kita bersembunyi dalam topeng , apalagi topeng kemunafikan , mari jujur pada diri sendiri
terima kasih kritikannya , terima kasih juga sudah mau silaturahmi di sini
sering3 ya , jangan bosan3 ya

5 06 2010
tri atminingrum

kadangkala kita dihadapkan dg banyak pilihan dan menuntut kita untuk mengambil keputusan tetapi kalo kita bisa memilih semuanya dan pandai menempatkanya dan bisa membuat semuanya bahagia ( kenapa tidak)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s