Journey Of Life ( Kebahagiaan Cinta )

23 12 2007

Episode perjalanan hidupku dimulai saat usiaku 24 tahun , dimana aku mengalami saat-saat terberat dalam mengarungi hidup. Kelak episode ini yang awalnya aku sesali , kini kulihat sebagai suatu anugrah terindah dari Allah SWT. Dia begitu sayang padaku sehingga memberi lintasan hidup ini. Suatu fase kehidupan yang sama sekali tak pernah aku pikirkan sebelumnya . Tapi justru sesuatu inilah yang membuat aku kian tegar dalam menghadapi kehidupan , cinta dan juga masa depan . Meski sebenarnya kegalauan masih menyelimuti hati ini , cinta yang terpendam dalam hati terus bergelora , bahkan semakin besar. Aku mencintai seseorang dan sampai sekarang tak dapat aku lupakan . Klise ya , memori cinta pertama yang tak terlupa. Namun itulah kenyataan yang aku hadapi saat ini . Meski aku telah terpisah ribuan kilometer untuk jangka waktu yang lama , namun aku masih tetap mencintainya. Seperti ada keyakinan dalam lubuk hati ini bahwa aku akan bertemu lagi dengannya . Cintaku , yang tak pernah bisa aku lupakan .

*

Aku memandangi lagi gambar diri saat SMP dulu , kebetulan saat aku liburan kemarin , kusempatkan mampir ke rumah temen SMP ku Lasminar. Aku jadi sangat rindu dengan zaman SMP dulu, zaman dimana aku menemukan kebahagiaan dan kenangan yang tak b isa aku lupa sampai sekarang. Persahabatan yang terjalin erat diantara kami semua. Dan di zaman itulah aku bertemu dengan seseorang yang sanggup melumpuhkan akal sehatku sehingga aku jatuh cinta dengannya sampai saat ini . Aku menitikkan airmata karenanya , diantara sekian banyak foto yang kupandangi itu tak satu pun aku menemukan gambar dirinya . Iya , aku memang tak punya foto dirinya , namun dia selalu tergambar jelas di hati , pikiran dan memori terindahku. Memang cinta susah dimengerti ya , kadang ia meski sudah kita tafsirkan tetap saja selalu jadi memori.

” Dyandra … belum tidur ? ” Tiba-tiba saja bunda mengagetkan aku .

” Belum bunda , masih liat foto-foto waktu SMP dulu . ” Ujarku

” O… ya sudah kalau begitu jangan terlalu larut malam ya tidurnya , jaga kesehatan jangan banyak begadang . ” Nasehat Bunda padaku

Aku hanya mengangguk saja , karena sejujurnya meski mata ini sudah mengantuk namun aku sulit untuk tidur , entah kenapa , rasanya hari ini aku kangen , kangen sekali pada Wi. Ya aku kangen sekali pada Wi si jantung hatiku ini yang sekarang entah ada di mana. Kira-kira Wi kangen juga ngga ya sama aku , dimana kamu sekarang Wi.

Aku mengambil buku harian yang selalu setia menemani segala kesusahanku dan juga jadi saksi bisu merah birunya perjalanan hidup yang dijalani.

” dEAR my honey ….

Hari ini entah kenapa aku sangat kangen sekali dengan Wi , seseorang yang ada di masa lalu aku . Seseorang yang sudah mengisi hidupku dengan penuh warna warni pelangi yang indah. Entahlah , sebenarnya sudah sejak lama aku ingin melupakan dia , melupakan semua kenangan indah yang terjadi antara kami , namun aku tak bisa . Aku tak bisa honey . Semakin aku berusaha melupakan Wi , semakin aku merasa tambah mencintainya . Meski sebenarnya tak ada kata cinta yang terucap di antara kami , meski masih samar-samar hubungan yang tercipta , tapi Honey , aku jatuh cinta pada Wi , pada sosok sederhananya , pada canda tawanya , pada dia yang apa adanya . Dia berbeda Honey , sosok yang melindungi dengan penuh ketulusan , sosok yang mencintai dengan apa adanya . Wi memang bukan sosok favorit di sekolah , prestasi akademisnya biasa , bahkan sangat biasa. Penampilannya cenderung cuek dan bersahaja , tapi Honey , justru itu yang membuat aku jatuh cinta klepek-klepek padanya. “

Anganku langsung melanglang ke masa lalu , mengingat awal pertemuanku dengannya , sebuah pertemuan yang tak di sengaja , tapi mungkin itu yang namanya jodoh kali ya. Kita ngga pernah tau , mungkin dari pertemuan yang 5 menit bisa menimbulkan kesan yang mendalam , ketimbang pertemuan 4 jam yang membosankan .

*

” Dyandra … kamu ? ” Tegur seseorang yang kutemui saat aku berjalan di Mal BC

” Ya… , Alhamdulilah semuanya udah selesai .” Jawabku

” Kapan ? ” Tanyanya lagi

” Bulan kemaren tanggal 20 , kamu masih kerja di Air Asia Bim ? ” Tanyaku lagi pada orang itu yang bernama Bima, temanku yang waktu dulu bekerja di Air Asia.

” Alhamdulilah masih , kamu sendiri ? ”

” Ya… yang seperti kamu lihat , sejak peristiwa yang kemarin itu , praktis aku masih belum kerja ” Jawabku

” Belum atau memang ngga nyari ? ”

” Ya ngga juga , cuma lagi malas aja sekarang , masih trauma aku .”

” Trus kegiatan kamu sekarang apa Dra ? ”

” Ehm… kegiatan pastinya ya jalan-jalan cari suasana baru yang fresh , selain itu aku juga lagi nyoba-nyoba menyalurkan bakat menulis . ”

” Emang rata-rata begitu ya orang kalau udah merasakan hitamnya kehidupan pasti mau jadi penulis . ”

” Engga juga Bim , kebetulan aja kemaren waktunya banyak lowong jadi aku putuskan buat nulis , lagipula ini sebenarnya hobbi yang sudah lama aku ngga pake . Dulu zaman sekolah SMP dan SMU aku senang banget nulis , entah itu puisi , artikel atau cerpen . ”

” Udah ada yang jadi belum ? ”

” Belum Bim , masih dalam taraf finishing ntar kalo jadi aku kasih khabar . By the way , nomor telepon kamu brapa ? ”

” Masih yang lama Dra . ”

” Kalo kamu masih yang lama , tapi aku khan punya nomor baru . ”

Kemudian kami saling bertukar nomor telepon .

” Yang penting Dra , kamu jangan putus asa ya , rezeki itu selalu ada buat kita , meski dengan latar belakang status yang beda , Tuhan itu maha adil kok . ”

” Makasih ya Bim , saat ini aku emang butuh banget dukungan dari temen-temen semua . Aku lagi terpuruk sekarang Bim , terpuruk dengan keadaannku . ”

” Sudahlah Dra , anggap aja yang kemaren itu pelajaran berharga dalam hidup kamu , jadikan motivator buat kamu maju , jangan menyerah ya. Biarpun ada satu musuh mu , tapi temen yang lain khan masih ada . ” Bima memberi semangat padaku.

” O iya , aku kayaknya harus cabut dulu , kebetulan sedang di tunggu teman , ntar kalo ada apa-apa telpon aku ya… ” Lanjut Bima sekalian pamit padaku

Aku mengiyakan dan melihat tubuh Bima yang berlalu meninggalkan aku , meninggalkan aku dengan kesendirian dan kesepian. Kadang aku merasa kesepian meski berada di tengah keramaian seperti sekarang ini . Aku masih curiga dengan pandangan orang-orang , apa ada yang mengenaliku , dan tau tentang masa lalu aku . Oh Tuhan aku sangat takut sekali.

Aku kemudian meninggalkan Mal BC untuk pulang , karena aku teringat pesan bunda supaya ngga terlalu lama berada di jalan , beliau sangat mengkhawatirkan keadaanku . Beliau takut dengan keadaan psikologisku yang sangat rapuh saat ini.

Dan sejujurnya aku masih bingung dengan tujuan hidupku saat ini , karena kebimbangan masih merajai hatiku. Ya Allah berikanlah aku petunjuk . Mohonku dalam setiap doa yang mengiringi langkahku.

*

Bagian satu


Actions

Information

2 responses

18 03 2008
yellashakti

salam kenal. novel yang bagus. kapan terbit?

Insya Allah pengennya tahun ini , doakan saja ya mba
makasih sudah silaturahmi di sini
sering3 ya , jangan bosan

10 04 2008
yellashakti

saya ngiri, mas said selalu bisa mencurahkan isi kepala danhati melalui tulisan. Entah kemana bakat saya itu, mungkin karena saya sudah terlanjur menguburkannya. selamat ya…

Jangan begitu mbak . semua itu ada masih pada mbak kok , letaknya di dalam hati , lewat rasa bersyukur dan ikhlas dengan semua yang diberikan Rabb kepada kita , Insya Allah kita akan menemukan bakat itu kembali
terima kasih ya sudah silaturahmi di sini lagi
sering3 ya , jangan bosan3 ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s