fenomena anak sekolah zaman sekarang

11 12 2007

Ngga sengaja hari ini saya ketemu sama anak-anak sekolah di warnet langganan saya . Bukan main ya gaya mereka sekarang , lebih modern , lebih dewasa daripada usia mereka sebenarnya. Dengan gaya mirip bintang sinetron dan memegang hp di tangannya , sungguh mencerminkan kalangan yang borjuis kalau saya tak salah menyebutnya. Tapi ya mungkin ini adalah produk zaman sekarang yang dihasilkan oleh kemajuan teknologi dan juga akibat pengaruh sinetron remaja yang kalau boleh saya kritik tidak bermanfaat sama sekali , malah semakin membuat generasi muda negeri ini tambah hancur. Mohon maaf untuk para produser pembuat sinetron , namun ini adalah kenyataannya, saya berharap akan ada sinetron remaja yang mendidik , bukan hanya tentang percintaan saja , yang bahkan sekarang kita lihat dilakukan oleh anak SD yang nota bene belum mengerti tentang arti cinta yang sebenarnya khan ? apa memang dunia sudah gila , mau jadi apa nanti generasi muda Indonesia ke depannya ? Misalnya saja dibuat sinetron tentang arti persahabatan , mencintai kebudayaan negeri sendiri ,atau sinetron yang menjunjung tinggi budaya timur , ngga ada salahnya khan ? kalau bukan kita lantas siapa lagi yang mau mencintai kebudayaan negeri ini , apa kita mau marah lagi kalau nanti ada yang mau mengklaim lagi ?
Sungguh sangat berbeda dengan zaman saya Smp atau Sma dulu , yang dididik adalah persamaan hak dan kewajiban di antara kita semua tanpa melihat atau memandang status sosial, jadi sepatu seragam sama hitam dengan merk yang sama yang terjangkau oleh semua kalangan untuk dibeli , juga tas dan seragam. sopan santun dalam bersikap pada orang yang lebih tua , lebih muda atau sebaya . Ngga kayak zaman sekarang hampir semua memperlakukan sama. dimana lagi etika ketimuran . Memupuk rasa persaudaraan dan keakraban di antara guru dan murid. Kami tak kehilangan keceriaan sebagai anak sekolah dengan pikiran kami yang memang tidak dianalogikan sebagai dewasa namun berperan apa adanya sesuai dengan usia kami. Aku hanya tak ingin mereka kehilangan masa remajanya. itu saja.
Tapi ya itu tadi zaman dan roda pasti terus berputar , seyogyanya kita tak ikut arus termakan zaman dengan kehilangan identitas diri yang asli. Kita tetap harus menampilkan diri kita sendiri tanpa harus meniru orang lain. Apa adanya dan bahagia dalam hidup adalah pencapaian utama yang jarang bisa dimaknai oleh semua orang. Semoga ada manfaat yang didapat dari sekelumit perenungan ini.


Actions

Information

One response

15 01 2008
plusplace

Make love, not war!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s