INDONESIA KU

9 12 2007

indonesianflag.gif INDONESIA , kebanyakan dari kita mengaku cinta dengan nya . Punya darah nasionalis yang mengalir di tubuh kita . Tapi sebenarnya kita pernah ngga menghargai negara kita sendiri … Itulah pertanyaan besar yang harus kita jawab.

Sekarang kayaknya kita mulai marah-marah sama sebuah negeri yang mengklaim kesenian asli kita sebagai kesenian asli daerahnya. Memang wajar , itu nunjukin bahwa kita emang punya rasa nasionalisme dan mengaku cinta dengan tanah air kita. Tapi sebenarnya banyak hal kecil dan mendasar yang kita lupa , contoh kecil nya busana daerah. Coba dech tanya ama diri kita sendiri , seberapa sering kita memakai baju daerah asal kita , mungkin cuma pada acara resmi seperti kawinan , itupun jujur kadang-kadang kita malu khan makenya ? coba tanya di antara generasi muda sekarang , berapa banyak dari mereka yang bisa berbicara dengan bahasa daerahnya sendiri , bagi mereka yang tinggal di kampung atau daerah mereka sendiri mungkin bisa , tapi bagaimana yang tinggal di perkotaan atau bahkan luar negeri, tak jarang mereka lupa dengan asal nya sendiri.

Suatu pengalaman kala aku mengunjungi sekolah setingkat smp di kota kinabalu malaysia , aku melihat pemandangan yang sangat memiriskan hati , awalnya aku kagum dengan penyambutan mereka pada kami , mereka menghormati kami dengan memainkan alat musik rebana yang biasa dipakai untuk menyambut tamu dalam tradisi komunitas muslim , ternyata yang mengajarnya adalah orang asli jawa yang merantau dan bekerja di sana , dan semua anak-anak tersebut dengan senang hati memainkannya tak perduli dia dari etnis mana , yang ada hanya persatuan . dan setelah kutelusuri lagi ternyata mereka juga diajarkan alat musik tradisional lainnya . Coba bandingkan dengan kita , berapa banyak sich sekolah yang mengajarkan seni asli daerah , mengajarkan cara memainkan alat musik tradisional . Bisa dihitung dengan jari itupun mungkin juga dengan biaya yang agak mahal , memangnya generasi muda kita hanya orang-orang yang berduit saja , lalu mereka yang menjadi pengamen jalanan, pengemis , dan pekerja anak bukan generasi muda harapan bangsa ini ? sungguh ironis dan tragedi sekali.

harapanku mungkin bukan yang muluk-muluk , kalau pun tidak bisa dijadikan mata pelajaran yang utama , paling tidak ada pemikiran kurikulun untuk membuatnya menjadi pelajaran tambahan , dan bukan tidak mungkin menteri pariwisata kita kelak tak perlu lagi mempromosikan potensi wisata kita dengan biaya yang tinggi , karena secara ngga langsung kita sudah ikut terlibat di dalamnya , cukup efisien bukan.

jadi marilah kita mulai menjaga seni kita sendiri , karena ini bukan sepenuhnya tanggung jawab pemerintah tapi kita semua yang mengaku berbangsa INDONESIA. Mulailah dari diri sendiri. Insya Allah budaya kita akan tetap terjaga.


Actions

Information

One response

10 12 2007
realylife

buat semuanya kalian bisa memberikan coment atas tulisan ku ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s