Masih teringat pengalaman beberapa tahun silam , saat saya menyelesaikan studi D 1 jurusan pariwisata dan perhotelan di Balikpapan . Selepas dari situ sebenarnya agak bingung mau bekerja di mana hanya dengan berbekal ijazah lulusan D 1 tanpa gelar . Tapi , Alhamdulillah , sewaktu mendapat kesempatan Praktek kerja lapangan di maskapai penerbangan Garuda Indonesia , saya mendapat rekomendasi untuk bisa diterima di SilkAir Pte Ltd , anak perusahaan Singapore Airlines . Meski sempat mencicipi hanya beberapa bulan saja , tapi ternyata menjadi bekal yang berguna untuk mencari pekerjaan di tempat lain bergerak di bidang yang sama.
Dari situlah saat saya berhenti dan pulang ke Medan , saya mendapati bahwa disini banyak sekali universitas dan sekolah baik negeri maupun swasta yang berdiri . Namun sayangnya , sistem yang diajarkan masih menggunakan sistem konvensional , yang lebih banyak didominasi oleh teori ketimbang praktek .
Bagi saya sebenarnya ini sangatlah ironi , karena kenyataannya banyak orang yang telah lepas dari bangku kuliah atau bangku sekolah , tidak banyak yang memiliki ketrampilan dan skill untuk bersaing di dunia kerja , kecuali mereka yang memang mengambil spesialisasi dengan mendapat tambahan praktek langsung , tapi berapa sich presentasinya . Kecil , sangat kecil sekali.
Nach dari situlah timbul ide dalam hati saya , bagaimana kalau misalnya sistem pendidikan di tanah air kita rubah.
Idenya dengan konsep 30 % teori dan 70 % praktek ( memberi ketrampilan untuk bersaing dalam dunia kerja dan usaha )
Kira-kira bagaimana ? ada yang mendukung ide ini ?
Jangan pernah bertanya apa yang sudah Indonesia berikan pada kita , tapi apa yang sudah kita sumbangsihkan buat Indonesia , meski hanya sedikit dan berupa ide ,demi membangun dan membuat citra pendidikan di negeri ini lebih baik lagi.
Bukankah ini yang salah satunya diperjuangkan oleh para pejuang negeri ini saat ingin meraih kemerdekaan dulu ? Dengan semangat menyambut hari proklamasi Republik Indonesia yang ke 63 , mari kita bangun wajah negeri ini ke arah yang lebih baik , salah satunya dengan memperbaiki sistem pendidikan kita.
Write for Kontes Blogging HUT RI ke 63 by Rystiono.












Yups, kebanyakan teori, kbanyakan duduk dibangku kuliah, begitu selesai baru nyadar gua lom dapet2 apa- apa
Realylife Menjawab : jadi setuju ma saya khan ??
maka buatlah perubahan…
setidaknya jalan pikiran untuk diri sendiri….
Realylife Menjawab : setuju banget … setuju sekali
bismillaah…
kalo menurut saya, yg penting bukan lebih banyak praktik atau teorinya, tapi lebih ke sisi pendidikannya, terus terang saya miris melihat anak2 muda yg duduk di bangku sekolah/kuliah sekarang yg mentalnya kebanyakan pada tempe (ups.. maaf
), dgn skillnya yg ingin dicari (dalam cita2nya) semata2 hanya duit duit dan duit, alhasil banyak yg apatis thd sistem di negeri ini, padahal kalo bukan kita, siapa lg yg bisa membenahinya… saya sendiri ketika kuliah mengalami sistem pendidikan yg terlebih dahulu teori lalu kemudian diapresiasikan dgn praktik, bahkan teorinya ga ada hubungannya sama sekali dgn kegiatan “teknis” pelaksanaan, jd cenderung diberi keleluasaan untuk eksplorasi sendiri, tdan ini baru terasa manfaatnya ketika sudah mengalami tingkat 3 ke atas… ya jd emang gitu, ketidakseimbangan porsi teori atau praktik ga masalah selama disajikan dalam bentuk kurikulum yg baik
bravo!!!
Realylife Menjawab : maksudnya begitu pak , semoga saja ada nyang melihat dan mau membuat perubahannya
ho’oh.. bener itu, mendingan praktek. habis saya ga bisa betah duduk lama sih.
maklumlah, pecicilan..hahahaha
untung aja saya barusan lulus sma.
kuliah?kuliah?! mahalll…….
ugh!
@Realylife Menjawab : gimana kalo join di kita diberi pelatihan dengan dana terjangkau , mau ??? pengen dech bisa mewujudkan cita2 itu ,
memang pendidikan yang penting!
Realylife Menjawab : tul banget , saya setuju banget
50:50 saya setuju … bagaimanapun juga kita butuh teory.
@Realylife Menjawab : iya juga ya , teori perlu praktek juga perlu
Pendidikan diindonesia harus semuanya di tata ulang! mengapa karena pendidikan yang diajarkan selama ini telah kehilangan ruhiahnya, pendidikan gagal mencetak menjadi manusia yang mandiri, terkesan hanya mencetak para pengangguran. Baiknya masyarakat harusnya belajar bahwa untuk menjadi orang yang ahli tidak harus pergi ke universitas. Bahwa universitas tersebut adalah pencetak para peneliti itu adalah kenyataan yang belum disadari oleh sebagian besar masyarakat indonesia khususnya orang tua murid.
Dijerman sendiri ada 3 jenis sekolah lanjutan.
1. universitas, membebankan pada teori 70% dan praktek 30% mencetak para peneliti.
2. politeknik teori 30 praktek 70% mencetak para insinyur
3. sekolah tinggi terapan 80 % praktek di industri 20% teori, mecetak para teknisi.
nah indonesia sebenarnya sudah ada model seperti ini, namun karena pemerintah sebagai regulator dan inspektor kurang berhasil menjalankan tugasnya sehingga timbul kerancuan, dan hasil pendidikan yang dihasilkan hanya pencetak para pencari kerja.
Realylife Menjawab : barangkali sudah menjadi tugas kita merubah kerancuan itu , gimana ? setuju mas ???
90 persen praktek!
5 persen teori!
5 persen cuci mata (liburan, jalan2,dan lain2)!
hehehehehhe
Realylife Menjawab : cuci mata bole juga tuch , refresing buat sesuatu nyang lebih fresh and new
Berapa pun porsinya. Saya lbh melihat harus adanya keseimbangan antara teori&praktek.
Krn teori pun jg amat penting bwt pengembangan ilmu tersendiri.
Sdg,praktek lbh mengarahkan bgmn agar tdk gagap saat terjun ke lapangan.
Anyway,bicara mslh pendidikan Ind,mrpkn pbicaraan yg amat kompleks. Krn mslh yg ada tdk sekedar praktek&teori semata. Melainkan jg birokrasi pendidikan yg msh amburadul.
Realylife Menjawab : jujur birokrasi itu nyang susah ditembus , karena masih orang lama , maaf nyang kadang2 masih ditempatkan di tempat nyang salah
awalnya teori baru implementasikan
Realylife Menjawab : tul banget
praktek dulu lah.. kalau salah, baru dikasih tahu teorinya, supaya semua ngeh
mungkin ini pendekatan learning-by-doing, dan oleh beberapa orang dianggap membuang waktu, tapi tidakkah pengalaman adalah guru terbaik?
(eh, bener gak pepatahnya, apa “buku adalah guru terbaik” ya?)
Realylife Menjawab : saya setuju , pengalaman adalah guru nyang paling berharga
Salam
yang penting belajar bukan hanya transfer ilmu ilmu tapi juga transfer pemahaman ya “memahami” itu yang penting baik secara teori maupun praktek, begitu saya kira
Realylife Menjawab : salam juga
nyang penting belajar nyang betul teori dan praktek serta memahaminya
Ayo para bloger kumpulkan saran dan kita usulkan pada pemerintah…
Mari kita ubah Indonesia tanpa menghilangkan sisi baiknya
Realylife Menjawab : hayooo gimana blogger nyang lain , mau ikutannnn??
Salam Kenal. wah keren jug artikelnya. kunjungi balik yah aku tunggu komennya
Realylife Menjawab : lho alamat blognya mana ?? kok nda kelihatan ???
yupz.. bener bgt kalo sistem pendidikan harus diperbaiki, selain itu mental bangsa ini juga harus dibenahi..
@ReALYLIFE Menjawab : Tul banget , mari kita mulai dari diri sendiri , setujuuu ngga ???
30 % teori, teorinya kaya gimana ya?
70 % praktek, prakteknya kaya apa ya?
Menurut saya sih, 30 % teori, 40 % praktek, 30 % nge-blog
reAlylife Menjawab : karena kita blogger emang jangan dilupain pelajaran ngeblog
setuju banget om, terutama di bidang tekhnik, karena itu studi saya.
ni pengalaman saya di kampus saya. temen-temen yang jago programming, jaringan, yang udah dapet proyek2 ato kerjaan sebelum dia lulus itu justru yang kuliahnya males2 dan lemah di teori. dan kebanyakan dari mereka IPnya pas2an. tapi justru yang IPnya tinggi2 dan lulusnya cepet, mereka ngga ngerti apa2 pas diadepin ke pekerjaan yang sebenernya. ( ini emang ngga terjadi ama semua orang, tapi kebanyakan orang )
bukan teori soal tekhnis tapi teori non tekhnis. karena teori tekhnis ternyata bisa dipelajari melalui pengalaman kerja ato praktek. menurut saya, semakin sering kita melakukan praktek, semakin banyak teori2 baru yang kita pelajari.
jadi setuju ama pendapatnya mas realylife, kurangi teori, banyakin praktek
Realylife Menjawab : jadi setuju khan kalo praktek di banyakin , sama ma saya
pendidikan gratis kapan bisa yah???
Realylife Menjawab : segera mbak , semoga cepat terwujud , barangkali kalo capresnya ada dari blogger nyang peduli sama pendidikan negeri ini
yup..
kurikulum pendidikan kita hanya dirancang untuk orang2 yang benar2 pintar saja. Menterinya yang lulusan terbaik pada universitas kenamaan di luar negeri seakan tidak pernah memikirkan bagaimana nasib dari murid2 yang kurang pintar. Anehnya lagi definisi pintar di Indonesia adalah orang yang menguasai pelajaran MIPA, sehingga pelajaran sosial seperti dianaktirikan. Padahal pelajaran sosial tersebut sangat memegang peranan vital dalam berbangsa dan bernegara. Seperti Hukum dan Ekonomi. Walhasil jurusan2 sosial di perguruan tinggi akhirnya jadi rebutan anak IPA yang tidak lolos saat ngambil jurusan IPA.
Selain itu kurang disadari bahwa setiap orang pasti membawa bakat masing2 saat mereka dilahirkan..
salam
Realylife Menjawab : mari rubah kesadaran dan pola pikir manusia Indonesia , bahwa semua ilmu itu penting , tidak ada nyang tidak penting
Yup, tiada yang salah dengan ide.. toh memang praktik lebih penting…
eh mas numpang iklan ya…
Undangan NgaBar (Ngangkring Bareng) Blogger Ponorogo
Teruntuk rekan2 Blogger Kota Reyog yang berada di Ponorogo dan sekitarnya ataupun yang masih diperantauan dan ingin mudik ke Ponorogo kami mengharapkan kehadirannya dalam:
NgaBar (Ngangkring Bareng) Blogger Ponorogo
–Kopdar perdana Blogger Ponorogo–
besok pada:
Selasa, 29 Juli 2008
Pukul 19.00 (ga pake ngaret.. )
di Angkringan Jagung Bakar Aloon-aloon depan bioskop Apollo
Agenda:
Silaturahmi dan sharing,
Ngobrolin komunitas blogger Ponorogo,
dan tentunya makan jagung bakar…
Untuk kontak-kontakan dapat menghubungi dibawah ini:
Azaxs 081359204155 azaxs_new@yahoo.com
Wongbagoes 085233801344 willwee306@yahoo.com
NB:
Pengumuman ini sekaligus sebagai undangan
Untuk memudahkan komunikasi diharapkan dapat memberikan nomor kontak ke CP diatas.
Realylife Menjawab : Monggo mas , semoga kopdarnya sukses juga ya ??? ditunggu laporannya
biar ngga gragepan setelah masuk dunia kerja saya setuju kalau kuliah diperbanyak prakteknya..
rEalylife Menjawab : itu dia maksud saya , biar siap menghadapi dunia kerja
pendidikan adalah kunci pertama perbaikan
perbaiki pendidikan kita
jangan malah dimahalin
Realylife Menjawab : IyA ya , sapa nyang usulin jadi mahal begini ,,, protesss ah
setuju.. banyak baca banyak lupa…
tapi kalo sering dipraktekan lebih mudah dalam pemahaman terhadap suatu teori… bisa karena biasa..
lagipula antara teori dan praktek sering kali berbeda
Realylife Menjawab : setujuuu
sepakat bang…! ^_^
ayo kita bangun wajah pendidikan indonesia menjadi lebih baik lagi…
(iya yah, ntar lagi agustusan ya…
)
Realylife Menjawab : Tul banget ,,, ayo berikan sumbangsih nyang positif buat hari kemerdekaan kita
Salam dari Kuala Lumpur, Malaysia.
Wah, semua bloger SUMUT bicara tentang pendidikan pula ni. Suatu yang sangat bagus. Ini memperlihatkan satu cabang pendidikan yang kalian cuba realisasikan.
Coba lihat dan fikir sejenak:
ICT –> Bloger SUMUT –> Aktiviti Bloger –> Hasil (Bloger SUMUT berketerampilan dalam ICT)
Sebenarnya (kalau tidak keterlaluan) Said sebagai moderator Bloger SUMUT dalam cabang ilmu ICTS (Information Technologi & Communication Skills). Tahniah!
Sistem pendidikan negara Indonesia sebenarnya sudah sangat lengkap. Ia direncana sedemikian rupa sesuai dengan kondisi Indonesia.
Kini tersedia pakar pendidikan klasik mirip British/Belanda, pendidikan berteras sains/teknologi mirip USA/Germany, berwajah Asia mirip Jepun/Korea/China dan tempatan mirip Indonesia/Malaysia/Thailand/India.
Sekarang yang sangat penting adalah pengisiannya. Kalau Bloger Sumut sebagai negara Indonesia, maka aktiviti/program yang sedang disusun oleh Said dan kawan-kawan Bloger Sumut adalah pengisiannya.
Saya juga mau ikut dari jauh (distance learning). hehhehehe……
Realylife Menjawab : salam dari Indonesia
terima kasih atas suportnya , semoga pujian ini membuat saya lebih maju , silahkan kalo mau bergabung dari jauh , kami persilahkan
wahh… gara2 demam sialan ditambah hujan sialan aku g jadi ikut… bang, kopdar bloggersumut 4 kapan?
Realylife Menjawab : dah sembuh belum ??? o iya ntar dikasi kabar dech , tapi ada no telp ngga biar cepat nyampe kabarnya ….
Mau banyak Praktek? Masuk SMAKBO. Praktek 70% Teori 30%. Hehehe.. Promosi.
@Realylife Menjawab ” kalo mang bener , monggo , promosi ngga dilarang ”
30 persen teori, 70 persen praktek? good idea. jadi lulusannnya bisa langsung jadi pengusaha dan pencipta kerja, bukan pencari kerja. pasti pengangguran gak ada lagi di negeri ini
@Realylife Menjawab : maksudnya mang nyang itu , bukan pencari kerja tapi pencari kerja …setujuuuuu
yup.. pendidikan diploma merupakan pendidikan terapan..
dimana menghasilkan lulus2 an terampil secara teknis..
sedangkan pendidikan strata menghasilkan lulus2an
yg lebih memiliki analisa dibanding skill teknis..
mm.. tinggal milih kita maunya sebagai apa? hehe..
@Realylife Menjawab : kalo maunya sich kita semua milih nyang terbaik
pendidikan kita makin lama kok makin mahal aja.. brarti orang miskin dilarang sekolah kalo gitu [kasian amat udah dilarang sakit dilarang sekolah pula..
]
setuju buat banaykin praktek di sekolah 30% teori 60% praktek 10% ngeblog
@Realylife Menjawab : saya setuju ma pendapat nyang terakhir , ngeblog 10 % biar pada pinter n ngga gaptek
[...] Harapan I: Indonesia dengan pendidikannya. [...]