Matahari indah bersinar di langit biru nan megah
Kicau burung begitu agung bernyanyi di antara mega
Gunung – gunung tunduk mengangkasa di atas laut biru
seolah sedang memuji kekuatan agung Maha Dasyat
Beribu insan , menyeruak tajam di antara tanah yang mengering
Indahnya panggilan , tiada yang perduli , seolah lupa
Fatamorgana dunia begitu menyilaukan
menyilaukan hati yang bukan milik kita
Ketika itu … aku sadar…
ketika itu … aku cuma terpekur
Saat alam tak lagi bernyanyi indah
tatkala bumi bergerak dengan gerak yang masih bermikro kecil
gunung yang batuk karena polusi
Air yang mencari tempat untuk berteduh
Lumpur yang kehilangan tempat bernaung.
Ketika itu … aku sadar
Aku sadar ya Allah , aku sadar aku lemah , kami lemah
Aku sadar , aku daif
namun , masih ada kah surga di hati ini
masih ada kah rahmat – Mu yang menaungi
ketika aku sadar …












wah mas, puisinya lebih bagus dari punya saya…
kadang memang merasakan betapa kita lemah dan susah menyampaikannya dalam kata2 yang bukan sebuah keluhan, bagaimana menyampaikan untuk mendorong kekuatan hati kita untuk bergerak…
terima kasih banyak , semua puisi itu indah kok , karena masing – masing punya kekuatan . Yang penting terus berusaha dan menulisnya melalui hati , Insya Allah dapat . terus berkarya ya , Insya Allah pujian ini membuat saya untuk terus sadar dan berkarya dengan sebaik – baik nya. terima kasih sudah silaturahmi di sini , sering – sering silaturahmi ya
let’s do something better for our life.. when you “come back” from your dream, let’s wake up and make your dream came true.. do the best, at least you will not losing anything..
kind regards,
Thats true , lets star a better life and begins from our selves first . I hope not long time sleep and dreams. Thank for visiting my blog , always visit ya …
kind regards too
nice,sederhana,mengena
terima kasih sudah mampir dan memberi komentar , sering – sering mampir ya
Ane rasa puisi-na udah mau sejajar ama karya Taufik Ismail, Acep Zam-Zam Noor dan Chairil Anwar…
Terimakasih, mau ane print terus ane pajang di dinding kamar… 8)
wah.. saya jadi malu nich , soalnya saya ngerasa masih punya kekurangan , saya terharu kalo anda menyandingkan dengan penyair – penyair besar , padahal saya bukan apa – apa , dan belum apa -apa . Tapi apapun itu saya menghargainya , semoga bisa memacu saya untuk terus maju . terima kasih ya sudah silaturahmi lagi . saya ijinkan untuk di print dan di pajang di kamar semoga menjadi manfaat
jangan cuman sadar duank terus meratap menyadari segalanya
gyakakakakak
Iya , ya . terima kasih sudah diingatkan
Terima kasih juga sudah mampir , sering – sering silaturahmi ya
numpang baca ya mas puisinya tapi jangan takut ada penghargaan untuk puisi anda ini lakhsmi on air kan di radio.
Alhamdulillah , terima kasih atas penghargaannya mengon air kan puisi ini , tapi maaf di kota mana ya ?
makasih sudah silaturahmi di sini
sering – sering ya , jangan bosan
puisi nya bagus aku kan disuruh baca puisi islam ini mudah banget dihafalin klo disini gk ada gambar jorok nya bagus deh