sebenarnya bingung juga memasukkan kategori tulisan ini di mana ? tapi akhirnya saya masukkan pada opini , karena saya ingin lebih ditujukan kepada saya pribadi .
Setelah hampir 26 tahun diberi nafas oleh Tuhan menghirup dunia ini , aku jadi bertanya – tanya sebenarnya apa yang sudah aku lakukan ?
apakah hidup yang kujalani hanya sia – sia belaka tanpa ada hal berguna yang kubuat dan cuma nelangsa kosong tanpa arti ?
Atau memang ada hal – hal penting yang kubuat dalam hidup ini
Entahlah … masih sedikit bingung.
Rasanya lebih enak mengomentari orang ya , secara sekarang banyak banget pencari bakat yang tayang di tv membutuhkan banyak komentator , belum lagi banyak pemerhati yang menanggapi tentang negeri ini tanpa ada perubahan cuma ngomong doang .
Sebenarnya malu juga ama diri sendiri dengan banyaknya pujian yang mampir di blog ini , apakah saya pantas menerima pujian itu , apakah memang saya sudah jadi manusia yang lebih baik dari lainnya .
Ehmm , ada perenungan satu hari yang membuat saya sadar , saya ini lemah , saya ini siapa sich , manusia yang banyak kekurangan .
Pernah terjungkal dalam badai tornado , terjerembab dalam lumpur kotor yang dalam , munafik sama diri saya sendiri . Sejujurnya apa sich yang saya cari ?
Akhirnya saya merenung dan lebih mengintropeksi diri saya sendiri , ketimbang mencari kesalahan orang lain , mencibiri penampilan orang lain , mengejek yang fisiknya tidak selengkap saya , dan juga lebih berani untuk jujur dalam hidup saya , meski kadang saya tau kejujuran itu pahit dan bahkan merusak reputasi .
Tapi saya pikir apalah arti nama baik , reputasi , kehormatan , apabila dibangun atas dasar kebohongan dan kemunafikan , atas dasar biar orang senang dengan kita .
Saya ingin jadi diri saya sendiri , apapun itu , apapun yang menjadi pilihan hidup saya , karena saya ingin menjadi yang terbaik di hadapan Tuhan bukan di hadapan manusia .
Ya saya lebih banyak intropeksi diri saya sendiri , menyadari betapa lemah dan kotornya saya , sehingga lebih banyak bersyukur atas karunia hidup yang diberikan Tuhan.
Doakan saya semoga tetap ISTIQOMAH intropeksi diri dan lebih menyadari siapa saya yang sebenarnya dan tak harus memakai topeng kemunafikan. Menjadi diri sendiri












Amin! Teruslah semangat untuk perbaikan diri (meneriaki diri sendiri juga)
Jangan lupa ruhani juga butuh makanan yang bergizi
Insya Allah mbak , doakan saya untuk tetap istiqomah memperbaiki diri , karena emang bener ruhani juga butuh gizi , bukan jasmani doang
amiin… saya yakin, dengan niat introspeksi diri, mas Said sudah menjadi diri sendiri yang seutuhnya
Dari sebuah situs yang pernah saya baca, dikatakan bahwa sebaiknya kita jangan puas dengan hanya menjadi diri sendiri. Bukan berarti kita harus menjadi orang lain, namun kita menjadi orang yang lebih baik dari diri kita hari ini.
Salam kenal
Makasih mbak , ya kalo kita ngga Intropeksi diri kita akan menjadi sombong dan merasa lebih dari yang lain . Ya moga – moga bisa jadi diri sendiri yang baik lah menurut diri kita pribadi tanpa menafikan penilaian orang lain . Makasih ya sudah silaturahmi , sering – sering silaturahmi ya mbak . Salam kenal juga
Amin…insya Allah
Smg u ttp istiqomah. Jgn patah semangat. Smg Allah senantiasa memberi petunjuk bagi jalan terangmu tuk meraih kebahagiaan dunia akhirat.
Amin.Aq hanya bs mendoakan sbg saudara seiman
Amin , semoga tetap Istiqomah . Doakan terus ya , terima kasih sudah silaturahmi di sini. sering – sering silaturahmi ya
sekedar r sekejab saja menjadi komentator (mumpung masih bisa komentar,meskipun sering dikomentari).
saat aq membaca blog mas said ini (maaf kukasih embel2 mas coz usiaku lebih muda dariku),aq menangkap kesan seseorang yg ingin hijrah dari keterpurukan atau kesalahan masa lalu menuju ke kepribadian yg lebih baik.
memang,tdk hanya anda tp semua org pasti mengalami itu.itu tandanya Allah masih berkenan menyadarkan dan memberi petunjuk.Ucapkan rasa syukur yg tiada tara pada Nya. Coba klo nggak disadarkan. Bebas menapaki dunia ini tanpa khawatir nanti bakal dimintai pertanggungjawaban.
Dlm menyikapi masa lalu, anggaplah seperti orang naik sepeda motor yg sesekali melihat kaca spion sbg suatu sikap kewaspadaan atau kehati-hatian.
Gagal itu wajar,aku pun sering mengalaminya.Tapi seorang pemenang akan melihat kemenangan di balik kegagalan.
Ada dua hal di balik kegagalan
1. kita terlindungi dari kegagalan yg lebih besar
2. Kita akan menjumpai kemenangan yg mungkin blm sempat terbersit dlm angan dan itu lbh besar dr yg kita inginkan
Mohon maaf jika aku sok atau gimana.Skali lagi aku minta maaf yg sebesar-besarnya
wassalam
Saya setuju dengan 2 pendapat terakhir mbak dewi ( wah saya ngga dianggap tua , tapi sepertinya lebih menghargai ) , doakan saya agar bisa berubah menjadi lebih baik , dan tetap istiqomah di jalannya .
terima kasih sudah sering kasih komentar ya , jangan bosan – bosan ya silaturahmi
ikut mendoakan dan salam kenal dari kami
terima kasih atas doanya , semoga tetap istiqomah ya saya. lam kenal juga . Terima kasih sudah silaturahmi di sini , sering – sering silaturahmi ya
Salut, and met kenal aja. Barakallah…
sama – sama , doain ya saya biar tetap istiqomah ya . Terima kasih atas silaturahminya ya , sering – sering silaturahmi ya . met kenal juga ya
wew udah 26 tahun? dah punya anak lum mas
waduh , maaf mengecewakan , masih jomblo mas , he he he. Belum ketemu jodoh yang pas dan mengena di hati . Terima kasih sudah silaturahmi ke blog saya lagi , sering – sering silaturahmi ya
yang penting mau belajar menjadi manusia yg lebih baik…
yap ,absolutly bener banget . minimal jadi manusia yang berguna buat orang lain ya . terima kasih sudah silaturahmi , sering – sering silaturahmi ya
Saya hanya isa berdo’asemoga menjadi manusia yang bersyukur dan jangan kufur ni’mat!!! met Kenal & Barakalloh.
Saya hanya bisa berdo’a semoga menjadi manusia yang bersyukur dan jangan kufur ni’mat!!! met Kenal & Barakalloh.